Usaha Penatu Hancur, Minarni Optimis Bangkit dengan Wakaf Modal Usaha

Tahun 2019 menjadi tahun keemasan bagi usaha penatu Minarni. Pelanggan yang menggunakan jasanya untuk mencuci dan menyetrika pakaian mencapai 20 rumah. Namun tahun 2020, saat pandemi Covid-19 terjadi membuat pelanggannya berkurang.

minarni wakaf modal
Minarni usai menerima bantuan modal wakaf dari Global Wakaf-ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAMBI – Dampak pandemi Covid-19 benar-benar dirasakan Minarni. Usaha jasa penatu yang baru dirintis tahun 2018 babak belur dihajar pandemi Covid-19.

Tahun 2019 menjadi tahun keemasan bagi usaha penatu Minarni. Pelanggan yang menggunakan jasanya untuk mencuci dan menyetrika pakaian mencapai 20 rumah. Namun tahun 2020, saat pandemi Covid-19 terjadi membuat pelanggannya berkurang. 

“Satu rumah ada yang berjumlah dua, tiga, sampai empat anggota keluarga. Biayanya dihitung per kepala dan dibayar per bulan. Kalau cuci gosok Rp125 ribu per orang, kalau cuci atau gosok saja Rp70 ribu per orang,” kata Minarni, Rabu (10/11/2021). 

Saat ini, pelanggan Minarni tersisa 7 rumah. Minarni berharap, dengan kondisi pandemi yang terkendali dan ekonomi yang semakin tumbuh, usaha penatunya kembali bangkit. 

“Modal kemarin sudah habis buat bayar listrik dan makan. Mudah-mudahan, modal dari Global Wakaf-ACT bisa membuat usaha kembali normal, jumlah pelanggan bertambah dan penghasilan juga bertambah,” ungkap Minarni usai menerima wakaf modal untuk UMKM dari Global Wakaf-ACT. 

Selain Minarni, di waktu yang bersamaan Global Wakaf-ACT juga memberikan bantuan serupa untuk sembilan orang pengusaha UMKM di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Adanya modal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali usaha UMKM yang hancur akibat pandemi Covid-19.[]