Usaha Rumahan Bantu Topang Ekonomi Keluarga Nelayan Kamal Muara

Melalui usaha rumahan yang dijalankan, keluarga nelayan dapat menambah penghasilan mereka. Sebab hasil melaut terkadang tak pasti.

1
Suasana salah satu jalan di Kamal Muara. (ACTNews/Akbar)

ACTNews, JAKARTA – Warung-warung makanan mulai buka di Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, menjelang sore hari. Kapal-kapal yang telah mengarungi lautan untuk mencari ikan perlahan merapat ke dermaga. Beberapa nelayannya ada yang bergegas pulang ke rumah, tapi tak sedikit juga yang berkumpul di warung-warung makan tersebut.

Warung makan yang ada di wilayah pinggiran utara Jakarta ini kebanyakan milik keluarga nelayan juga. Membuka warung merupakan pilihan di tengah ketidakpastian penghasilan jika hanya mengandalkan hasil laut. “Warga sini mayoritas nelayan, tapi enggak menentu penghasilannya. Makanya, dengan membuka warung ini akan membantu perekonomian keluarga di tengah hasil laut yang berkurang,” kata Ricky, salah satu warga Jakarta Utara yang juga pendamping program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia-Global Wakaf, Kamis (6/5/2021).

Beberapa pedagang tersebut juga binaan Ricky bersama Global Wakaf. Hingga akhir Ramadan, total 13 pengusaha skala kecil hingga mikro yang Ricky dampingi usahanya. Matoyoritas merupakan usaha bidang kuliner, mulai dari warung kopi, sampai penjual sembako.


Salah satu pemilik warung di Jakarta Utara saat mengolah makanan untuk dijual. Kebanyakan para pelaku usaha harus berutang ke rentenir untuk menambah modalnya. (ACTNews/Reza Mardhani)

Ikhtiar yang Ricky lakukan merupakan bagian dari meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan keluarga berekonomi prasejahtera. Salah satu kendala yang mereka hadapi ialah ketiadaan dan akses permodalan. Alhasil, tak sedikit pelaku usaha ini terjerat oleh rentenir yang memberikan bunga pinjaman bisa berkali-kali lipat dari total pinjaman. “Di sini banyak pinjaman yang bunganya bisa mencekik istilahnya. Bunganya berkali-kali lipat. Dan, kalau tidak bayar ya kena denda,” tambah Ricky.

Kini, dengan hadirnya program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia, para pedagang di pinggiran Jakarta ini tampak bersyukur. Mereka bisa mengakses modal usaha tanpa bunga sedikitpun. Gotong-royong juga menjadi nilai yang mereka dapat. 


“Dengan hadirnya Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia sangat membantu pedagang di Kamal Muara. Mereka sekarang bisa membeli peralatan baru, hingga bahan baku,” jelas Ricky.

Saat ini Ricky terus memantau perkembangan usaha para pelaku usaha kecil hingga mikro yang didampinginya. Sesekali mereka berkumpul dalam kelompok, tapi lebih sering Ricky datang langsung ke tempat-tempat usaha mereka. Ia pun berharap pelaku usaha mengiringi peningkatan usahanya dengan pengurusan izin usaha dan meluaskan pemasaran karena itu cukup penting.[]