Usaha Sempat Terhenti, Setianingsih Siap Merintis Kembali

Usaha Setianingsih sempat terhenti dan membuat perekonomiannya sulit. Kini Setianingsih, seiap merintis usaha kembali.

bantuan modal umkm
Setianingsih kini membantu suami berjualan es di depan rumah. (ACTNews)

ACTNews, KOTA BANJARBARU – Sekolah yang libur semenjak pandemi, berarti rintangan bagi usaha Setianingsih. Sebab di sekolah, ia menjual berbagai macam makanan seperti nasi kuning, bubur, serta camilan lain untuk anak-anak. Semenjak sekolah libur, usaha Setianingsih sempat terhenti.

“Pas usaha sempat terhenti, modal dan tabungan sudah terpakai untuk kebutuhan keluarga,” kata Setianingsih di rumahnya di Kelurahan Landasan Ulin utara, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (24/2/2022).

Ekonomi keluarga kini bertumpu kepada sang suami yang berjualan es krim serta balon keliling. Setianingsih kemudian membantu sang suami berjualan es di depan rumah setiap hari.


Sulitnya perekonomian membuat Setianingsih juga sempat terjerat rentenir, yang mana malah membuat keadaan semakin sulit lagi. “Saking sulitnya, anak saya yang pertama yang rencananya akan lanjut kuliah, sementara ditunda dahulu,” jelas Setianingsih.

Sekarang Setianingsih telah lepas dari jerat rentenir, dan berikhtiar untuk bangkit kembali tanpa bantuan riba. Global Wakaf-ACT mendukung ikhtiar ini melalui program Wakaf UMKM, berupa bantuan modal wakaf serta pendampingan usaha.

Program ini juga menyapa empat pelaku UMKM lain di Kelurahan Landasan Ulin Utara. Diharapkan melalui kehadiran program ini dapat mendukung para UMKM berkembang di masa sulit seperti pandemi. []