Usai Gencatan Senjata, Pengungsi Gaza Butuhkan Bantuan Pangan

Gencatan senjata telah resmi diberlakukan, namun bukan berarti selesai sudah permasalahan kemanusian yang membelenggu warga Palestina. Krisis pangan salah satunya, mayoritas warga Gaza saat ini masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

bantuan pangan datang
Pengungsi Gaza yang antusias saat bantuan pangan datang. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Gencatan senjata telah resmi diberlakukan di Gaza pada Jumat (21/5/2021) dini hari, namun bukan berarti selesai sudah permasalahan kemanusian yang membelenggu warga Palestina. Krisis pangan salah satunya, mayoritas warga Gaza saat ini masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT menyatakan, saat ini para pengungsi Gaza hanya dapat mengandalkan bantuan dari pihak luar untuk bisa memenuhi kebutuhan makanannya. Hal ini terjadi karena mereka tidak sempat membawa stok makanan saat menyelamatkan diri dari sekarang Israel, mayoritas dari mereka hanya sempat membawa sedikit pakaian di punggungnya.

"Rata-rata para pengungsi adalah keluarga besar, yang memiliki banyak anak. Sehingga tangisan anak-anak yang kelaparan, menghiasi suasana di tempat-tempat pengungsian tiap harinya," pungkas Said.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikutip Al Jazeera, saat ini ada sekitar 91 ribu warga Gaza yang mengungsi setelah rumah mereka hancur dihantam misil pesawat tempur Israel. Mayoritas warga Gaza mengungsi ke sejumlah bangunan sekolah yang dikelola PBB.

Untuk itu, Said menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan darurat untuk waga Palestina. Dibutuhkan kerja sama besar berbagai pihak untuk bisa menyudahi krisis pangan ini. "Dari ACT sendiri, sudah mendirikan beberapa dapur umum, salah satunya di wilayah Tal Al Hawa, sebelah Barat Gaza," ujar Said.

Dengan didirikannya dapur umum tersebut, pada Kamis (19/5/2021) kemarin, sekitar 1.200 paket makanan sudah didistribusikan untuk warga Gaza yang mengungsi di bangunan Sekolah Al Bahrain di Tal Al Hawa per harinya. "Mereka sangat bersyukur atas bantuan ini, ucapan terima kasih tak kunjung selesai mereka ucapkan untuk tim ACT dan masyarakat Indonesia," katanya.

Tak dipungkiri Said bahwa jumlah pengungsi Gaza sangat banyak, ACT perlu bantuan terbaik sahabat dermawan agar aksi-aksi bantuan pangan bisa dimasifkan dan menjangkau lebih banyak pengungsi Gaza. "Semakin banyak bantuan yang datang, semakin banyak pula warga Gaza yang terhindar dari kelaparan yang parah," kata Said. []