Usai Kebakaran Dahsyat, Pengungsi Rohingya Masih Menanti Tempat

Para pengungsi Rohingya diambang kebingungan untuk mencari tempat tinggal yang aman dan layak. Tak ingin kembali ke Myanmar, tak dipedulikan oleh Bangladesh, hingga tak diinginkan oleh pemerintah India.

Kobaran api membakar kamp pengungsi Rohingya di Madanpur Khadar, India. (dokumen istimewa)

ACTNews, NEW DELHI – Musibah kebakaran dahsyat yang dialami pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di daerah Madanpur Khadar, Delhi Selatan, India pada Sabtu (12/6/2021) masih menyisakan duka dan tangis air mata.

Kebakaran yang terjadi menjelang tengah malam itu begitu membekas dalam memori pengungsi Rohingya yang tengah terlelap tidur. Suara teriakan, saling berlarian menyelamatkan diri, hingga berjuang menemukan sanak famili dalam kobaran api yang tak mengenal diri.

Kobaran api dahsyat juga meluluhlantakkan harta benda milik pengungsi Rohingya. Tak sempat bagi mereka menyelamatkan pakaian, tabungan, hingga barang berharga yang dimiliki. Kondisi ini sekaligus membuat 55 rumah hangus menjadi abu dalam hitungan menit saja. Dalam duka dan tangis di negeri orang, mereka tak bisa memilih takdir apa lagi yang akan terjadi di kemudian hari.

Kini pengungsi Rohingya masih setia menunggu harapan, akan tempat tinggal dan penghidupan yang layak bagi masa depan yang diombang-ambing tak tentu arah.

Tanpa adanya kewarganegaraan yang jelas, tindak kekerasan, hingga genosida yang tak terhitung jumlah korban nyawa yang melayang. Saat ini, mereka tengah diambang kebingungan untuk mencari tempat tinggal yang aman dan layak. Tak ingin kembali ke Myanmar, tak dipedulikan oleh Bangladesh, hingga tak diinginkan oleh pemerintah India.

“Kami ingin anak-anak kami memiliki kehidupan yang lebih baik, tapi kami semakin lemah tak berdaya. Pemerintah India mengancam akan mengusir kami dari sini. Kami tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” gumam seorang pengungsi wanita di Madanpur Khadar.

Terbakarnya kamp pengungsi Rohingnya di Madanpur Khadar ini bukan terjadi pertama kali, terhitung kejadian ini adalah kali kedua sejak 2018. Tak hanya itu, masih terdapat 40.000 pengungsi Rohingya lain yang tinggal di kamp seperti di Jammu, Hyderabad, dan Nuh. Sekali pun mereka masih terus berharap akan tempat tinggal yang aman di tengah ketidakpastian.[]