Usia dan Kondisi Tak Surutkan Semangat Kadariah Berjualan

Usia yang tak lagi muda serta bencana yang sempat melanda Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu tak menyurutkan semangat Kadariah menjalankan usaha gado-gadonya. Bahkan saat sedang kurang sehat, Kadariah tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan.

Kadariah menerima bantuan modal usaha.
Kadariah saat sedang membuat gado-gado. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Banjir yang melanda Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu sangat berdampak pada perekonomian warga, termasuk juga pada Kadariah, seorang penjual gado-gado di bawah jembatan pasar lama. Kadariah yang kini berumur 68 tahun, tinggal dan berjualan tepatnya di Jalan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan. 

Usianya yang tak lagi muda tak menghentikannya berjualan demi mencari rezeki untuk menghidupi anggota keluarga di rumah, yaitu anak, suami, dan kakaknya. Ia tetap berjalan meskipun kondisi belum normal akibat banjir, serta modalnya saat ini sedang sangat terbatas.

“Hari ini, saat kami berkunjung ke tempatnya berjualan, kondisi fisiknya lemah. Rupanya beliau sedang sakit. Wajahnya pucat, tetapi beliau tetap berjualan, kali ini dibantu oleh anaknya,” ujar Rizky dari Tim Program Global Wakaf – ACT Kalimantan Selatan pada Ahad (7/2/2021) lalu.


Setelah mendapat informasi bahwa beliau akan mendapatkan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (UMI), Kadariah sangat senang karena dapat menggunakan bantuan tersebut untuk menambah barang dagangannya. "Alhamdulillah, senang sekali saya bisa mendapat bantuan ini. Saya jadi bisa punya tambahan modal untuk beli bahan-bahan dagangan" ujarnya.

Selain bantuan untuk Kadariah, Global Wakaf – ACT juga saat ini tengah berikhtiar menghidupkan kembali para pelaku usaha mikro di Kalimantan Selatan. “Semenjak banjir melanda, tentunya banyak pelaku usaha yang terpaksa merugi bahkan berhenti sama sekali. Komitmen kami adalah untuk memulihkan kembali usaha yang terdampak. Oleh karenanya kami juga mengajak para dermawan untuk mewujudkan ikhtiar ini melalui wakaf terbaik,” ujar Rizki.

Wakaf Modal UMI juga menjadi salah satu hulu dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkolaborasi dengan Global Wakaf. Melalui gerakan ini, harapannya dapat membangkitkan kedaulatan pangan di masyarakat mulai dari hulu, yakni para produsen, hingga di hilirnya untuk membantu para penerima manfaat yang membutuhkan. []