Usia Sepuh Tak jadi Alasan Supriadi Berpangku Tangan

Supriadi sudah tak lagi muda, usianya 54 tahun dengan kondisi fisik yang tak lagi sepenuhnya sehat. Akan tetapi, semua itu tak menjadikan alasan untuk ia berpangku tangan. Supriadi tetap bekerja, berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan dagangan.

act pasaman barat
Supriadi (baju putih) saat menerima uang borong dagangan dari ACT Pasaman Barat. (ACTNews)

ACTNews, PASAMAN BARAT Usia Supriadi sudah tak lagi muda, telah melampaui setengah abad, 54 tahun tepatnya. Walau sudah sepuh, ia tetap bersemangat mencari rupiah untuk menyambung kehidupan. Supriadi memilih berdagang sebagai caranya bisa mengantongi pendapatan. Tak besar memang usahanya, tetapi tak banyak yang bisa ia lakukan.

Pekan kedua Oktober ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkesempatan bertemu dengan Supriadi. Sudah malam waktu itu, tetapi ia masih di luar rumah untuk menjajakan buah salak yang belum laku banyak. Bermodal gerobak usang, ia berkeliling dari kampung ke kampung, termasuk sering melintasi depan Kantor ACT Pasaman Barat di Jalan Bandarejo, Lingkuang Aua, Pasaman.

Diketahui, Supriadi merupakan sebatang kara. Di usia yang menginjak setengah abad, kondisi fisiknya pun tak lagi sepenuhnya sehat. Salah satu matanya mengalami kebutaan, sedangkan satunya lagi rabun. Di tengah keadaan seperti ini, Supriadi tak patah arang, ia tetap bertekad mencari rezeki dengan cara berdagang walau dengan modal terbatas.

Saya lebih bahagia berjualan begini, walau tidak laku banyak, tapi tidak mencuri atau meminta-minta,” ungkap Supriadi yang mengaku sudah 13 tahun berjualan seperti ini.

Salak yang Supriadi jajakan malam itu merupakan hasil berhutang dari sang pemilik buah. Hal tersebut terpaksa dilakukannya karena tak memiliki modal sendiri. Tak jarang, Supriadi juga mencari barang bekas yang masih memiliki nilai jual. Hasilnya, ia gunakan untuk modal jualan juga.

Melihat semangat tinggi Supriadi mencari rezeki di jalan yang halal, ACT pun memborong dagangan Supriadi lewat aksi borong dagangan UMKM. Haru tak bisa ditahan Supriadi. Hanya terima kasih yang bisa ia ucapkan.

Randy Herwinda dari tim Program ACT Pasaman Barat mengatakan, aksi borong dagangan yang hadir untuk Supriadi merupakan kelanjutan aksi baik untuk pelaku UMKM di tengah pandemi. Dana yang tersalurkan berasal dari sedekah masyarakat. Sedangkan, barang yang diborong akan kembali diterima kembali oleh masyarakat dalam bentuk bantuan.

“Aksi borong dagangan serta dana tambahan modal merupakan wujud nyata kepedulian kita untuk pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan bantuan. Terima kasih untuk seluruh dermawan yang telah mempercayakan sedekah terbaiknya kepada kami, akan kami salurkan ke orang-orang yang tepat,” ungkap Randy.[]