Usman: Kami Semakin Berdaya di LTW Tasikmalaya

Kehadiran Lumbung Ternak Wakaf di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan maslahat untuk warga sekitarnya. Jumlah warga yang diberdayakan kian bertambah tiap tahunnya, dengan penghasilan di atas UMP (Upah Minimal Provinsi) Jawa Barat.

Usman: Kami Semakin Berdaya di LTW Tasikmalaya' photo

ACTNews, TASIKMALAYA - Lima tahun lalu, Usman berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang kredit. Alasannya sederhana: usahanya pailit dan sudah tidak memiliki modal lagi untuk memutar roda usahanya tersebut. Kini, Usman bekerja di kandang pembibitan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf.

"Dulu sempat tinggal di Bekasi, saya jual alat-alat rumah tangga pakai (sistem) kredit. Cuma lama-lama kredit seperti itu kan sudah tidak laku lagi sekarang. Lebih banyak kredit handphone dan laptop. Sudah saja bangkrut, modal saya habis dan pulang ke kampung," tutur Usman pada Selasa (30/7) kemarin.

Setelahnya ia sempat juga bekerja serabutan. Mulai dari tukang ojek hingga kuli bangunan. Beberapa bulan setelah ia menganggur, Usman mendapat kesempatan untuk bergabung di LTW sebagai peternak.

"Alhamdulillah, terbantu sekali dengan adanya LTW di sini. Bisa sampai ratusan orang juga yang merasakan manfaatnya. Kalau karyawannya kan ada 54 orang, belum termasuk karyawan lepas yang mengurus kebun odot dan mengarit odot. Belum lagi petani odot lainnya yang punya kebun odot sendiri terus dijual ke sini, itu banyak sekali," kata Usman.


Jumlah warga yang terus diberdayakan oleh LTW terus bertambah tiap tahunnya, berkembang pesat dibandingkan fase awal berdirinya LTW Tasikmalaya. LTW hanya memulai dari puluhan ekor ternak saja. Hal itu juga diceritakan Lilik, salah satu koordinator LTW yang terletak di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya ini.

"Kalau paling awal sekali itu tahun 2011, kita mulai dengan 21 ekor. Bahkan kandang-kandang ini masih belum ada. Ini masih kebun karet semuanya. Kemudian kita jadikan kebun ini kandang," kata Lilik sembari menunjuk lahan seluas satu hektare itu.

Tiga tahun kemudian Usman baru bergabung. Usman menceritakan saat-saat itu tidak mudah. Meskipun LTW telah berjalan selama tiga tahun lamanya, jumlah ternak di LTW masih di kisaran angka puluhan ekor. Pekerjaan Usman yang hanya mengurus puluhan ekor kambing itu kerap dipandang sebelah mata oleh orang-orang sekitarnya.


"Dulu bahkan sampai ada yang bilang, 'Ah, mau saja kerja di situ (LTW yang masih merintis). Gajinya cukup?' Tapi kami optimis atas usaha yang berkah ini. Sekarang penghasilan kami di LTW sudah ada di atas UMP (Upah Minimal Provinsi) Jawa Barat. Ini sangat membantu kami dan warga lain pun tertarik untuk bergabung," kenang Usman.

LTW Tasikmalaya kini mengelola 4.600 ekor kambing untuk kebutuhan para pekurban Global Qurban. LTW terus menyerap masyarakat sekitar untuk diberdayakan. Salah satu dari tim koordinator LTW Tasikmalaya, Rosman, merasa pemberdayaan yang kian meluas membuatnya bahagia. Ia menerangkan, peternak LTW Tasikmalaya terus bertambah, yang tahun lalu berjumlah 38 orang, tahun ini menjadi 54 orang.

"Itulah hal yang paling membuat saya merasa bahagia. Ketika LTW ini bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dan hari ini LTW bisa memberikan gaji peternak/petani di atas UMP Jawa Barat. Istilahnya orang kampung sini, 'Tukang arit (rumput odot) juga alhamdulillah, gajinya lumayan," pungkas Rosman. []

Bagikan

Terpopuler