Ustaz Endang, Tunanetra yang Gigih Mengajar Ngaji

Meski seorang tunanetra, Ustaz Endang memiliki kemampuan mempelajari Al-Qur’an dengan baik. Ia pun mengamalkan ilmunya dengan menjadi guru ngaji.

ustaz endang
Ustaz Endang saat sedang menhgajar mengaji di musala. (ACTNews/M. Ubaidillah)

ACTNews, KARAWANG – Rintik hujan tidak menyurutkan langkah anak-anak menuju musala Kampung Baged. Mereka berlarian, berebut menjadi yang pertama untuk sampai ke musala. Azan asar telah berkumandang.

Sementara itu, di belakang anak-anak berlarian, Ustaz Endang (72) berjalan pelan. Kaki Ustaz Endang baru akan melangkah saat tangan mendapat pegangan. Sesampainya di musala, anak-anak menyambut Endang dengan salam. Lalu muazin pun segera iqomah dan Ustaz Endang maju menjadi imam. 

Usai salat asar dan berdoa, anak-anak bergegas mengambil Al-Qur’an lalu duduk melingkar. Pengajian dibuka dengan membaca surat al-Fatihah.

“Siapa tadi yang pertama (datang ke musala)? Silakan duluan baca,” perintah Ustaz Endang kepada santrinya, Selasa (2/11/2021) itu. 

Ustaz Endang merupakan satu-satunya imam dan pengajar ngaji di Kampung Baged, Desa Kertasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Kegiatan pengajian dilaksanakan setiap hari usai asar sejak 1990. Tidak ada gaji yang Ustaz Endang terima dari aktivitasnya tersebut. 

“Yang penting anak-anak mau mengaji, musala jadi ramai. Buat isi kegiatan sehari-hari juga,” kata Ustaz Endang saat diwawancarai ACTNews di kediamannya. 

Sejak lahir, Ustaz Endang tidak bisa melihat. Namun ia tidak menyerah. Saban hari melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain.