Ustaz Hidayat Menumpang Hidup di Pesantren, Demi Syiarkan Islam di Kaki Pegunungan Meratus

Selain medan yang terjal, beberapa dai di Desa Alat, Kalimantan Selatan, juga masih harus menghadapi persoalan ekonomi. Seperti Ustaz Hidayat salah satunya, yang memilih untuk tinggal di pondok pesantren.

bantuan dai kalimantan selatan
Niat yang kuat dari Ustaz Hidayat untuk mendidik para santri, melampaui semua tantangan yang ia temui. (ACTNews/Dani)

ACTNews, HULU SUNGAI TENGAH – Perjuangan dalam menyebarkan Islam di kawasan pelosok tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi para dai yang berupaya menyiarkan agama Islam. Salah satunya tergambar di kaki Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.

Pejuang itu ialah Ustaz Muhammad Hidayat. Saat ini, ia mengajar di sebuah pondok pesantren di Desa Alat RT 002, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang berada di kaki Pegunungan Meratus. Untuk menuju kecamatan ini saja membutuhkan tantangan, karena medan yang cukup terjal. 

Selain medan yang cukup menantang, Ustaz Hidayat mengungkapkan secara ekonomi, para dai yang mengajar juga masih jauh dari kata cukup. Selain persoalan biaya hidup, untuk urusan tempat tinggal pun mereka harus mencari jalan tengah. “Untuk tempat tinggal saja, masih menumpang di pondok maupun di tempat mereka mengabdi,” kata Ustaz Hidayat, Senin (4/10/2021).

Kendati demikian, hal ini tidak menjadi persoalan yang menghambat perjuangan mereka dalam berdakwah di kaki Pegunungan Meratus. Karena bagi Ustaz Hidayat, yang menjadi tujuan para dai dalam mengajar adalah ingin menyebarluaskan ajaran Islam dan memberikan wawasan dan akidah Islam.


“Saat ini saya masih aktif berdakwah dan menjadi salah satu penggerak para da’i untuk menyebarkan agama Allah di kaki Pegunungan Meratus,” imbuh Ustaz Hidayat.

Lalu, apa yang menjadi pemicu bagi Ustaz Hidayat maupun para dai yang tetap semangat dalam berdakwah untuk masyarakat di Desa Alat? “Saya tetap berdakwah hingga di pelosok ini karena mencari keridaan Allah dan berbagi pengetahuan agama kepada masyarakat di sini,” jelasnya.

Kisah perjuangan Ustaz Hidayat yang berdakwah di pelosok negeri ini, mendorong tim Global Zakat-ACT Kalimantan Selatan untuk memberikan semangat, di bawah bendera program Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia. Selain Ustaz Hidayat, tercatat ada 8 ustaz lainnya yang menjadi penerima manfaat program ini.


“Kita hadir untuk memberikan semangat kepada para dai yang tetap semangat berdakwah di kawasan pelosok negeri. Apalagi di Desa Alat ini, merupakan salah satu kawasan yang terdampak bencana banjir di awal tahun ini. Sehingga sekaligus membantu pemulihan mereka pascabencana” ucap Muhammad Rizki sebagai Staf Program ACT Kalsel.

Dalam program ini, 9 orang ustadz yang masing-masing berasal dari Desa Alat dan Desa Tilahan Kecamatan Hantakan, serta dari Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa mendapatkan bantuan biaya hidup. Tujuannya untuk terus menyalakan semangat para dai dalam berdakwah, kendati berada di kawasan pelosok seperti di kaki Pegunungan Meratus ini.

“Bantuan biaya hidup ini merupakan tahap ke-3 sebagai bentuk dukungan dan juga kepedulian sahabat dermawan untuk ustaz dan ustazah kita yang terus bersemangat mensyiarkan Islam. Para dai sendiri berterima kasih atas bantuan biaya hidup, karena meringankan beban ekonomi mereka,” pungkas Rizki. []