Ustaz Mahfudz: Dakwah dan Mengurus Masjid itu Ibadah

Dakwah dan aktivitas Ustaz Mahfudz mengurus masjid semata-mata untuk ibadah dan menjaga rumah Allah. Ia tidak berharap gaji atau pemberian materi. Baginya berapapun jumlah yang diterima, maka harus disyukuri.

ustaz mahfudz
Mahfudz usai menerima bantuan operasional untuk 1.000 dai dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA PUSAT – Sudah 25 tahun Ustaz Mahfudz (63) bergelut di bidang dakwah. Mulai dari mengurus masjid dan anak-anak yatim di sekitar rumahnya di Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, mengajar mengaji anak-anak di masjid, hingga menjadi imam salat rawatib. 

Tidak ada bayaran pasti atas dedikasinya. Bagi Ustaz Mahfudz, jika pun diberi materi itu bukanlah gaji, melainkan penghargaan dari masyarakat juga rezeki dari Allah SWT yang harus disyukuri. 

“Kalau gaji itu jumlahnya pasti. Kalau ini tidak pasti, kadang Rp75 ribu per minggu, kadang Rp125 ribu, kadang kalau lagi enggak ada, iya enggak dikasih. Jadi penghargaan saja,” kata ustaz Mahfudz saat diwawancarai ACTNews di Kantor Pusat MUI, Rabu (15/9/2021).

Bagi Ustaz Mahfudz, aktivitasnya mengurus masjid mulai dari menghidupkan lampu, mengepel, azan dan menjadi imam adalah pengabdian kepada Allah. Karena masjid adalah rumah Allah yang harus dipelihara dan dihidupkan. Ia yakin, apabila menolong Allah maka Allah akan menolongnya. 

“Ini ibadah saja, enggak ada bayaran enggak apa-apa. Agar orang yang mau datang ibadah nyaman. Kalau masjidnya kotor, toiletnya kotor, ibadah kan tidak nyaman. Masa masjid tempat ibadah kotor? Kan enggak bagus,” kata Ustaz Mahfudz. 

Mahfudz merupakan salah satu dai yang direkomendasikan Majelis Ulama indonesia (MUI) untuk mendapat dukungan bantuan kehormatan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Di hari peluncuran Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia (GNSDI), Rabu (15/9/2021)  lalu, bantuan tersebut diberikan.[]