Varian Omicron Merebak Cepat di Palestina

Covid-19 varian Omicron dilaporkan telah menyebar di Palestina. Tidak hanya di Tepi Barat, varian yang memiliki tingkat penularan tinggi ini juga merebak di Gaza.

varian omricon di palestina
Anak Palestina yang tengah melakukan tes antigen Covid-19. (Dok. Reuters)

ACTNews, TEPI BARAT, GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan Covid-19 varian Omicron merebak dengan cepat di Palestina. Sejak kasus pertama ditemukan pekan lalu, per Senin (27/12/2021), jumlah kasus positifnya telah melonjak hingga 35 orang.

Varian yang dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih menular dibanding varian lainnya ini, pertama kali tercatat di Afrika Selatan. Untuk kasus pertama di Palestina, ditemukan pada penduduk di Tepi Barat yang berinteraksi dengan warga yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri.

Selang beberapa hari, varian tersebut pun menyebar ke Jalur Gaza. Majdi Dhair, salah satu pejabat kementerian kesehatan menyatakan, kasus pertama di Gaza terdeteksi pada Ahad lalu. Ia merupakan warga Gaza yang tinggal di wilayah pesisir.

Temuan kasus ini, disebut Dhair, menimbulkan tantangan baru bagi sistem kesehatan yang kurang berkembang di daerah Gaza.

"Kami menghadapi hari-hari sulit dengan masuknya varian Omicron yang akan menyebar dengan cepat," kata Dhair, yang juga mendesak agar vaksinasi warga Gaza harus terus dioptimalkan.

Gaza dengan populasi 2,2 juta jiwa telah mencatat 189.837 infeksi COVID-19 dengan 1.691 kasus kematian.

Meski varian Omicron kemungkinan tidak lebih berbahaya dibanding varian Delta yang merebak sebelumnya, namun kecepatan penyebaran Omicron telah menyebabkan kepanikan di berbagai negara di dunia.[]