Virus Corona Ikut Terpa Penghasilan Juru Parkir Rumah Sakit

Hadirnya virus corona membuat orang-orang takut mengunjungi rumah sakit. Hal tersebut berdampak kepada penghasilan mereka yang dihitung melalui jumlah kendaraan yang parkir.

Virus Corona Ikut Terpa Penghasilan Juru Parkir Rumah Sakit' photo
Sutami sedang menikmati makan siangnya dari Humanity Food Truck. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Duduk di salah satu sudut ruang terbuka hijau Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jakarta Selatan, Sutami memanggil seorang temannya. Ia kemudian memberikan sejumlah paket makanan siap santap untuk 12 petugas parkir yang masih bertugas pada hari Lebaran itu.

Sambil menikmati sajian dari Humanity Food Truck, Sutami melewati istirahat makan siangnya dengan bercerita. Kondisi semakin sulit bagi para juru parkir di rumah sakit karena para pengunjung yang semakin sedikit akibat virus corona. Padahal banyak atau sedikit upahnya juga tergantung dari jumlah kendaraan yang parkir.

“Kalau tidak ada virus corona, rumah sakit ini pasti ramai. Karena rumah sakit ini kan (bertaraf) internasional, rujukan juga datang dari mana-mana ke sini. Tapi itu mobil saja hari ini (hanya) 15 yang parkir dari pagi. Sepi banget, biasanya penuh,” kata Sutami pada Ahad (24/5) siang itu.

Dampaknya penghasilan para juru parkir di RSUP Fatmawati sekarang berkurang akibat keuntungan berkurang. Dengan laba perusahaan parkir yang berkurang, otomatis tenaga kerja juga turut dibatasi. Sepuluh teman Sutami dirumahkan.

“Sudah 10 orang yang dirumahkan. Tapi ya mungkin kalau sudah normal nanti dipanggil lagi ke sini,” ujarnya.

Meskipun demikian, Sutami bersyukur karena hanya penghasilannya yang berkurang, tidak sampai dirumahkan. Banyak pihak juga yang peduli kepadanya di masa-masa sulit seperti ini. Kepedulian ia rasakan terutama dari orang-orang di rumah sakit sendiri.


Para petugas rumah sakit sedang mengambil makanan siap saji dari Humanity Food Truck. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Tapi saya alhamdulillah sekali, banyak dapat beras dari sini. Dari dokter, dari pasien. Yang memberi uang juga ada,” cerita Sutami. Bahkan Sutami juga merasakan kepedulian para dermawan lewat Aksi Cepat Tanggap (ACT). Saat itu ada seseorang memberikan jatah berasnya untuk Sutami.

“Pernah juga dari ACT. Rumah saya di Terogong, dan saya ambil ke Pondok Pinang. Saat itu ada RT yang menelepon, katanya ada beras dari ACT, tapi kalau mau ambil di Pondok Pinang. Ya namanya rezeki, beras lagi. Saya ambil saja, padahal sedang hujan saat itu,” ucap Sutami.

Ia bersyukur dengan kepedulian orang-orang kepadanya di masa-masa pandemi ini. Terutama menurut dia karena kualitas barang yang didonasikan oleh para dermawan selalu barang-barang yang terbaik.

“Bukan senang lagi, kita kan dibantu, ya senang sekali. Kita ikut makan dan ikut kebagian. Apalagi namanya donasi, yang diberikan itu selalu bagus-bagus, tidak ada yang tidak bagus. Seperti makanan, hampir semuanya makanannya bagus-bagus (enak),” Sutami menuturkan.

Sutami menandaskan makan siangnya. Ia bersiap kembali bekerja. Ia menyampaikan harapan-harapan agar mudah-mudahan pandemi ini cepat selesai. Tidak lupa juga ia menyampaikan terima kasihnya kepada para dermawan, “Terima kasih banyak bantuannya, semoga sehat-sehat terus, ya,” harap Sutami. []


Bagikan