Virus Corona itu Nyata!

Blok khusus korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur makin hari kian meluas. Hal ini merupakan bukti nyata hadirnya virus Corona di tengah kita.

Virus Corona itu Nyata!' photo
Petugas TPU Pondok Ranggon, Jaktim memakamkan jenazah korban Covid-19 yang telah dibungkus dengan peti. Hingga 22 September, sudah ada lebih dari 3 ribu makam korban virus mematikan ini. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Mata sembap terlihat di wajah orang-orang yang datang di blok khusus Covid-19 Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu (23/9). Mereka adalah keluarga dari almarhum/almarhumah yang dinyatakan meninggal setelah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Isak tangis penuh haru akan semakin terasa ketika jenazah yang rapi tertutup peti perlahan masuk ke liang yang telah digali.

Ahmad, salah seorang yang datang melepas kepergian sang adik karena Covid-19, mengatakan, sebelum meninggal dunia, adiknya sempat dirawat di rumah sakit selama satu hari. Namun, maut seakan lebih dekat, dan dokter menyatakan adik dari Ahmad meninggal dunia karena penyakit bawaan dan komplikasi akibat dari virus corona. Ketika tim ACTNews ingin bertanya lebih banyak, ia tak dapat banyak bicara. Raut kesedihan tampak jelas di wajahnya.

TPU Pondok Ranggon sendiri menjadi salah satu kompleks pemakaman yang salah satu bloknya dikhususkan bagi korban Covid-19. Bintara Pembina Desa Pondok Ranggon Suris mengatakan, sejak Maret hingga menjelang akhir September ini, TPU Pondok Ranggon telah memakamkan lebih dari 3 ribu jiwa yang dinyatakan meninggal karena infeksi virus. Mereka sebagian berasal dari Jakarta, sedangkan sebagian kecilnya dari kota-kota di sekitar Jakarta Timur. “Sampai malam tanggal 22 September, sudah ada 3.314 makam khusus Covid-19, dan hari ini (Rabu) sampai jam 12 siang sudah ada 17 makam baru,” jelas Suris, Rabu (23/9).

Selepas pukul 12.00 WIB pun ambulans yang datang dari berbagai rumah sakit di Jakarta yang membawa jenazah korban Covid-19 pun terus berdatangan. Dalam dua jam, dari pengamatan ACTNews, ada 10 jenazah tambahan yang hendak dimakamkan di blok khusus Covid-19 bagian muslim, sedangkan ada beberapa yang masuk ke blok non-muslim. Dalam catatan, sejak Maret lalu hingga sekarang, jumlah korban meninggal virus yang dimakamkan di Pondok Ranggon mengalami kenaikan dari hari ke hari. Dalam sehari jumlahnya mencapai puluhan, dengan rekor terbanyak pada Sabtu (19/9) sebanyak 44 makam baru.

Tingginya jumlah jiwa yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 dan dimakamkan Pondok Ranggon semakin banyak, membuat petugas dan penggali kubur di makam itu pun harus bekerja ekstra. Tiap harinya mereka menggali puluhan makam walau belum mendapatkan kabar bahwa ada lagi jenazah yang hendak dimakamkan. Namun, mereka yakin akan ada jenazah baru karena pandemi ini belum juga usai dan masih banyak ditemukan warga yang tak patuh protokol kesehatan.

Juanda, salah satu penggali kubur, mengatakan, ia dan rekannya setiap hari bisa menggali sampai puluhan lubang baru. Blok khusus ini pun makin hari terus mengalami perluasan. “Kalau masih pada enggak peduli sama kesehatan ya makin luas ini kuburan,” ungkapnya, Rabu (23/9).

Secara nasional, Satgas Covid-19 mencatat per 23 September pukul 12.00 WIB, telah ada 257.388 kasus terkonfirmasi positif dengan 9.977 di antaranya meninggal dunia. Setiap harinya pun kasus baru masih tinggi, mencapai ribuan. Hal ini menuntut perhatian setiap orang untuk menjaga protokol kesehatan. []

Bagikan

Terpopuler