Wakaf Al-Qur’an Braille Bahagiakan Penyandang Tunanetra di Sumut

“Al-Qur’an braille ini sangat berarti untuk kami. Selama ini, kami harus bergantian menggunakannya,” kata Ustaz Khairul, salah seorang pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia Sumut.

wakaf al-qur'an braille
Penyandang tunanetra menerima Wakaf Al-Qur’an braille dari Global Wakaf-ACT. (ACTNews)

ACTNews, MEDAN – Tim Global Wakaf-ACT Sumatera Utara (Sumut) mendistribusikan Al-Qur’an braille kepada puluhan penyandang tunanetra Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut di Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih Bar, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara. 

Distribusi Al-qur’an braille tersebut bertepatan dengan wisuda Al-Qur’an para penyandang tunanetra binaan Pertuni Sumut. Sebanyak 21 orang yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an braille diwisuda. Pertuni Sumut adalah wadah para penyandang tunanetra untuk berkegiatan seperti pelatihan wirausaha, kerajinan tangan dan pendidikan Al-Qur’an.

Pengurus Pertuni Sumut Ustaz Khairul mengatakan dua kali dalam sepekan, anggota yang tunanetra belajar membaca dan menghafal Alquran. Para peserta patungan Rp100 ribu per orang untuk membayar jasa guru yang mengajar Al-Qur’an. 


“Karena sering tidak punya duit, jadi guru sering tidak diberi uang. Jumlah Al-Qur’an braille yang ada juga sedikit,” ujarnya, Sabtu (25/11/2021). 

Ustaz Khairul mengucapkan terima kasih atas pemberian Wakaf Al-Qur’an braille ini. Ia mengaku Wakaf Al-Qur’an tersebut bisa membuat tunanetra maksimal dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. 

“Alhamdulillah, saya mewakili PERTUNI Sumut sangat bersyukur karena Global Wakaf - ACT dan para donatur telah peduli kepada kami. Al-Qur’an braille ini sangat berarti untuk kami. Selama ini kami harus bergantian menggunakannya dan tidak bisa membawa pulang untuk belajar di rumah, sehingga sulit untuk kami belajar secara rutin,” jelasnya.[]