Wakaf Al-Qur’an Hadir di Tempat Ibadah Rumah Sakit

Tak hanya di tepian negeri dan untuk santri saja, Wakaf Al-Qur’an dari Global Wakaf juga menyasar mereka yang beraktivitas di Rumah Sakit. Pada Jumat (5/3/2021), mushaf wakaf tersebut diserahkan ke rumah sakit yang ada di Bandung.

Serah terima Al-Qur'an
Serah terima Al-Qur'an wakaf ke salah satu RS di Bandung. (ACTNews)

ACTNews, BANDUNG – Dalam rangka ikhtiar menguatkan bacaan Al-Qur’an masyarakat, Global Wakaf-ACT terus meluaskan pendistribusian mushaf Al-Qur’an. Tak hanya di tepian negeri, mushaf suci ini juga Global Wakaf serahkan untuk masjid dan musala di rumah sakit di area Bandung. Pada Jumat (5/3/2021), didukung Quran Cordoba, Global Wakaf menyerahkan mushaf Al-Qur’an melalui program Wakaf Al-Qur’an ke RSIA Hermina Rancamanik, RSIA Hermina Pasteur, serta RS KIA Kopo.

Al-Qur’an yang diserahkan ke rumah sakit ini bakal disimpan di masjid atau musala dan bisa dibaca oleh setiap jemaah. “Kami berharap, sebelum atau selepas salat, petugas maupun keluarga pasien dapat lebih mudah membaca Al-Qur’an,” ungkap Koordinator Program ACT Jawa Barat Husen Nurochman.

Ketua Rohani Islam Masjid RSIA Hermina Arcamanik Roni berharap, pendistribusian serupa bisa berlanjut ke masjid-masjid lain. Ia pun berterima kasih atas pemberian dari program wakaf ini untuk masjid yang ia kelola. “Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah dan penuh keberkahan,” ungkap Roni saat menerima mushaf Al-Qur’an.

Pendistribusian mushaf Al-Qur’an bukan kali ini saja Global Wakaf-ACT lakukan. Sebelumnya, bantuan serupa juga diberikan ke penyintas banjir di Kalimantan Selatan. Pasalnya, di wilayah bencana tersebut banyak mushaf yang mengalami kerusakan. Kehadiran mushaf ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas mengaji yang sempat terhenti akibat banjir besar.

Selain itu, pada Oktober 2020 lalu, pendistribusian Al-Qur’an juga pernah dilakukan di wilayah Sumatra Barat. Tak tanggung-tanggung, 15 ribu mushaf diserahkan ke santri-santri yang ada di Sumbar. Harapannya, lewat kehadiran mushaf baru, santri lebih semangat untuk menghafal dan memaknai kitab suci umat Islam tersebut.[]