Wakaf Al-Qur’an Sampai ke Santri di Berbagai Daerah

Distribusi mushaf Al-Qur’an untuk para santri dilakukan di penghujung Ramadan lalu. Ratusan eksemplar mushaf diterima para santri di Kabupaten Tangerang, Bekasi, hingga Prabumulih, Sumatera Selatan.

wakaf alquran act
Para santri menerima hadiah mushaf Al-Qur’an baru di penghujung Ramadan. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN TANGERANG, PRABUMULIH, BEKASI – Al-Qur'an merupakan kitab suci dari Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad untuk dijadikan pedoman hidup bagi umat muslim di seluruh dunia. Umat pun dianjurkan memperbanyak membaca kitab suci tersebut. Ironinya, ketersediaan mushaf Al-Qur’an yang layak tidak dapat dimiliki setiap orang.

Salah satunya para santri Pesantren Bani Samarinda di Kampung Jantungeun, Desa Mekarsari, Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan pantauan tim Global Wakaf-ACT, pesantren tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan Al-Qur’an para santri sebab tidak adanya dana operasional yang bisa diandalkan.

"Hal ini amat disayangkan. Dengan semangat tinggi para santri untuk mengaji dan menghafal Al-Qur’an, tentunya amat perlu sokongan bantuan pengadaan Al-Qur’an. Dengan adanya mushaf baru, mereka tidak perlu lagi mengantre menggunakan mushaf yang lusuh," ujar Muhammad Abdul Ghofur dari tim ACT Kabupaten Tangerang, Senin (9/5/2022). 

Atas dasar tersebut, distribusi mushaf Al-Qur’an dilakukan di Pesantren Bani Samarinda pada akhir Ramadan kemarin. Sebanyak 55 eksemplar Al-Qur’an diserahkan ke pihak pesantren.

"Bantuan diberikan pada Ramadan, agar para santri juga bisa memaksimalkan tilawahnya pada akhir bulan suci. Insyaallah, mushaf dengan kualitas baik ini juga mampu bertahan kondisinya untuk terus dibaca sampai Ramadan di tahun yang akan datang," ujar Ghofur.

Sementara itu, di hari yang sama, aksi serupa juga dilakukan Prabumulih dan Bekasi. Ratusan mushaf Al-Qur’an dibagikan di TPA Tijanul Islam, Desa Tanjung Telang, Prabumulih Barat dan Pesantren Darul Iman Sukakarya di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

Di dua kota tersebut, distribusi dilakukan tidak hanya untuk para santri, namun juga ke para guru mengaji. Mayoritas guru maupun para santri memang berasal dari keluarga prasejahtera, sehingga tak ayal mereka kesulitan membeli mushaf Al-Qur’an baru secara mandiri.

"Alhamdulillah, terimakasih banyak ACT dan tim, Insyaallah, Al Qur'an ini akan menjadi manfaat untuk para santri dan masyarakat di sekitar pesantren. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada ACT dan tetap menjadi lembaga besar yg memberi manfaat lebih luas," syukur Ustaz Zaenudin (42), salah satu guru di Pesantren Darul Iman Sukakarya, ketika ditemui tim ACT.[]