Wakaf jadi Tumpuan Ekonomi di Masa Pandemi

Umat Islam bisa mendorong perekonomian melalui wakaf. Pengelolaan wakaf yang tepat bisa membantu ekonomi negeri di masa pandemi.

Ilustrasi. Wakaf gerobak yang diberikan untuk pedagang sayur di Bogor bagian dari Wakaf Modal usaha Mikro Global Wakaf-ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – “Orang mukmin di dalam urusan ekonominya, (harus) menguatkan tubuh sendiri melalui instrumen wakaf,” kata ustaz Faris BQ dalam berbicara soal Wakaf Modal usaha Mikro Indonesia. Ia menjelaskan, wakaf akan terus berkembang dan menguatkan ekonomi penerima manfaat yang turut membantu pergerakkan ekonomi secara umum.

Lalu apa yang didapatkan para dermawan? Ustaz Faris menjelaskan dari Al-Baqarah ayat 274 bahwa orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.

“Kalau sekiranya infak pada ayat itu hanya berarti sedekah yang selama ini kita pahami, (maka akan) habis. Tenagamu terbatas, uangmu terbatas, waktumu terbatas. Namun, dengan qardhul hasan (pinjaman lunak). Walaupun kamu sedang tidur, antara siang dan malam bekerja terus itu,” ucap Ustaz Faris. Menurut Ustaz Faris, wakaf adalah investasi yang ditawarkan Allah SWT untuk umat muslim. 

Salah satu contoh pengelolaan dana wakaf sudah dilakukan Global Wakaf – ACT untuk membantu UMKM terdampak pandemi melalui Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. Pengelolaan dana wakaf untuk membantu permodalan UMKM menjadi contoh fungsi wakaf untuk pergerakkan ekonomi di masa pandemi.

Bagaimanapun, menurut Ustaz Faris, jika negeri Indonesia ini menderita, umat Muslim yang merupakan mayoritas juga akan paling banyak menderita. Sebab itu, ia mengajak umat untuk mensukseskan gerakan berwakaf ini.

“Saya berharap kita sama-sama mendukung. Wakaf menjadi salah satu cara kita merawat bangsa ini, (dan) cara kita menunjukkan cinta. Insyallah, kita berharap mendapat keberkahan yang luar biasa jika kita bergerak dalam Wakaf Modal UMI ini,” pungkas Ustaz Faris.[]