Wakaf Modal Produktif Jadi Solusi Permasalahan Umat

Global Wakaf-ACT hadirkan Wakaf Modal Produktif sebagai solusi mengentaskan ekonomi umat. Hadirnya wakaf modal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi dan kebijakan PPKM Darurat.

Wakaf Modal Produktif
Ika berharap dapat berdagang keliling, sehingga bisa menjajakan dagangannya lebih luas lagi daripada sekarang. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Global Wakaf-ACT hadirkan Wakaf Modal Produktif sebagai solusi mengentaskan ekonomi umat. Hadirnya wakaf modal ini untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi akibat dari pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM Darurat.

Direktur Wakaf Modal Produktif, Suko Rini mengakui bahwa masyarakat pada umumnya memang masih memahami bentuk wakaf hanya berupa 3M, yaitu mushola, madrasah dan makam. Padahal dalam kondisi saat ini, menurutnya wakaf bisa dimaknai sebagai solusi kehidupan.

“Kita memahami wakaf dari konteks muamalah. Maksudnya wakaf ini jadi solusi di depan mata kita. Saat ini ekonomi bangsa membutuhkan bantuan permodalan. Bagi para UMKM, wakaf ini bisa digunakan sebagai modal usaha UMKM.

Suko melanjutkan, dalam konteks lain, distribusi wakaf bisa berbentuk bantuan tunai. Selain itu juga bisa dalam bentuk aset seperti motor, gerobak, etalase dan sebagainya.

“Dari sinilah jika setiap saat aset setiap hari digunakan untuk aktivitas usaha, mengalirlah pahalanya,” ucap Suko dalam keterangan yang diterima, pada Kamis (22/7/2021).

Secara syariah, kata Suko dunia ini dikuasai oleh sistem riba. Semua yang butuh dana pinjaman skemanya pasti berbunga. Di samping itu, saat ini masih banyak masyarakat yang tidak punya akses ke lembaga keuangan, alhasil mereka pinjam dana ke rentenir.

“Kita hadirkan wakaf modal produktif sebagai solusi untuk masyarakat yang ingin hijrah, tidak lagi terjerat rentenir. Dengan wakaf modal produktif, mereka juga dapat ketenangan. Tentu secara syariah menghindari riba,” ujarnya.

Dalam kesempatan kali ini, Suko mengajak masyarakat untuk bangkit melalui instrumen yang sudah Allah hadirkan yaitu wakaf. Melalui Wakaf Modal Produktif, Global Wakaf melalui Suko ingin memberikan bantuan modal usaha kepada para pelaku UMKM.

“Kita juga tidak hanya memberi modal lalu pergi meninggalkan begitu saja, Pertama kita juga bantu para UMKM dengan pendampingan untuk tingkatkan skill entrepreneurship dan kemandirian ekonomi,” katanya.

Suko pun bercerita awal program ini bisa hadir di tengah masyarakat. Program ini hadir dimulai dari wakaf modal usaha mikro, pada akhir Agustus 2020. Program ini hadir sebagai solusi membantu permodalan UMKM.

“Hampir setahun kita sudah salurkan lebih dari 5,2 Miliar untuk hampir 4.000 UMKM. Alhamdulillah banyak sekali dari mereka yang senang,” ujarnya.

Program ini juga telah berkolaborasi dengan sejumlah Pemerintah Provinsi di Indonesia dan kini mulai juga bekerjasama dengan Kementrian koperasi dan UMKM.

“Kita ingin support ekonomi umat ini dengan wakaf modal produktif. Kita ingin masyarakat bisa merasakan wakaf ini jadi modal usaha,” jelas Suko.

Untuk saat ini jumlah UMKM yang terbantu oleh Wakaf Modal Produktif sekitar 10.000 dengan dana modal bergulir. Adapun modal dalam bentuk aset usaha berjumlah sekitar 200 penerima. Sedangkan untuk UMKM yang dibantu dengan uang tunai sebanyak 5500 penerima.