Wakaf Modal Usaha Mikro Bantu Arifin Buka Peluang Kerja

Dukungan modal usaha yang diperoleh Arifni (40) dari Global Wakaf - ACT ia gunakan untuk membuka lahan sayur sederhana dan membayar upah pekerja.

Arifin mencangkul bidang tanah yang akan digunakan untuk menanam bibit bayam. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Tawaran modal usaha dari Global Wakaf - ACT datang seiring niat Arifin (40) menggarap kebun sayur mandiri. Sebagai pedagang sayur online, pesanannya semakin ramai selama pandemi. Arifin berinisiatif tidak sekadar mengantarkan sayur dari pedagang di Pasar Minggu ke pelanggannya, tetapi berinisiatif menanam sayuran sendiri.

Hal itu bukan semata menghemat biaya produksi, Arifin berniat membuka lahan pekerjaan baru. Diinisiasi bersama tiga orang lainnya, lahan sayur yang ia juluki d’kebons itu digarap.

Bayam dan kangkung tumbuh subur di lahan berukuran hampir 1.000 meter persegi itu. Ada juga cabai rawit, paprika, sawi, dan bayam merah yang baru tumbuh tunas, saat ACTNews mengunjungi kebunnya pada pekan terakhir September.

Tiga bulan lalu, Arfin berinisiatif menggarap lahan milik pemerintah DKI Jakarta yang masih terbengkalai di dekat tempat tinggalnya. Kebun kosong itu tadinya diisi tumpukan sampah dan tidak terurus. Arifin meminta izin melalui lurah setempat untuk menggunakan lahan itu guna bercocok tanam. Ia pun tidak keberatan jika suatu saat pemerintah mengambil lahan itu lagi.

Arifin bersyukur, niatnya memiliki kebun sendiri terwujud seiring bantuan modal yang ditawarkan Global Wakaf - ACT. Dukungan itu ia dapatkan dari program Wakaf Modal Usaha Mikro Global Wakaf - ACT yang berkolaborasi dengan Masjid As Syakirin Jagakarsa, Jakarta Selatan. Arifin termasuk ke dalam kelompok pertama penerima bantuan modal bersama tujuh jemaah lainnya.

Arifin memanfaatkan bantuan modal usaha wakaf untuk menambah bibit sayuran. “Ada kol merah yang lagi kami coba tanam, (bantuan modal) buat pasang pipa juga, dan mengupah teman-teman yang membantu kami merapikan lahan dan mencangkul,” cerita Arifin.

Kini, kebunnya ia garap dengan tiga pekerja. Mereka membagi untung setiap kali panen, tidak cukup besar memang, baru Rp200 ribu - Rp300 ribu per bulan, tetapi cukup untuk para pekerja d’kebons yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek daring.

“Kami bisa menyediakan sayuran kalau sahabat dermawan mau. Terima kasih sudah membantu usaha kami berkembang,” katanya.

Tim Program Global Wakaf - ACT Jakarta Selatan Muhammad Albar menjelaskan, bantuan wakaf modal usaha saat ini telah dalam tahap pembinaan. Salah satu petugas dari masjid As Syakirin Jagakarsa berperan menjadi pendamping.

“Bukan hanya melalui bantuan modal, kami juga berikhtiar membantu pelaku usaha mikro mengembangkan usahanya. Di samping itu, kita juga mengaktifkan masjid untuk menginisiasi filantropi,” kata Albar.[]