Wakaf Modal Usaha Mikro Tumbuhkan Harapan Usaha Kecil Berkembang

Peluncuran program Wakaf Modal Usaha Mikro oleh Global Wakaf – ACT diharapkan membuka peluang usaha kecil untuk berkembang. Hal itu disebabkan pelaku usaha dapat mengembangkan usaha dengan dukungan modal tanpa terbebani bunga pinjaman.

Wakaf Modal Usaha Mikro Tumbuhkan Harapan Usaha Kecil Berkembang' photo
Tati Royati, salah satu pelaku usaha mikro di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Pemanfaatan wakaf sebagai dukungan modal dianggap sebuah inovasi oleh Tati Royati, salah satu pedagang kue di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ibu dua anak yang menggantungkan nafkah dari berdagang itu berharap, usahanya bisa berkembang dengan bantuan modal usaha dari Global Wakaf – ACT.

Tidak mau terjerat riba utang untuk kedua kali, Tati amat mendukung perputaran ekonomi yang bersumber dari umat ke umat itu. “Dukungan modal usaha yang tanpa bunga tidak membuat beban para pelaku usaha, terkhusus usaha mikro ya. Ini menggunakan sistem wakaf, dari umat ke umat,” ungkapnya.

Beberapa tahun lalu, Tati pernah meminjam pinjaman berbunga untuk usaha tanaman jual beli pohon sengon (albasia). Namun, setengah jalan, usaha itu merugi. Untung tidak didapat, Tati dan suaminya harus mengembalikan modal beserta bunganya dengan cara dicicil.


Croisant buatan Tati Royati. Ia menjual berbagai macam kue dan roti sesuai pesanan. (ACTNews)

Ia pun menyambung usaha dengan berjualan makanan ringan. Usaha itu dirintisnya pelan-pelan. “Tahun 1993, saya pernah ke Arab untuk jadi tenaga kerja. Di sana, anak majikan saya tertarik dengan masakan yang saya buat, bikin kue, bikin pizza. Nah, karena orang suka, saya coba masak dan jualan saat ini,” cerita Tati saat menghadiri peluncuran program Wakaf Modal Usaha Mikro, Rabu (19/8).

Ikhtiarnya berjualan kue digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Anak sulung Tati baru akan masuk kuliah, sedangkan anak bungsunya masih bersekolah SD. Suami Tati mengalami pemberhentian kerja karena kecelakaan, sementara ia adalah tulang punggung keluarga.

“Bantuan modal usaha juga membuat kita terpacu, bertanggung jawab, untuk usaha yang semakin berkembang. Semoga langkah Global Wakaf - ACT membantu para pelaku usaha mikro berjalan lancar,” kata Tati.

Harapan mengembangkan usaha dari modal yang tanpa bunga juga dimiliki Siti Chotirah, pelaku usaha mikro kerajinan tangan. Sebelumnya, Siti juga telah mendapat dukungan sedekah modal usaha dan pelatihan dari Sahabat Usaha Mikro Indonesia oleh Aksi Cepat Tanggap. Ia mengaku, banjir dukungan dari dermawan melalui ACT sangat menyemangatinya. "Saya bangga dan terharu dengan program-program ACT. Di tengah pandemi Covid-19 ini usaha saya hampir tidak ada pesanan sama sekali, tetapi dengan dukungan modal dari Sahabat UMI dan Wakaf Modal Usaha ini sungguh membantu," tutur Siti.[]