Wakaf Pangan Produktif Kuatkan Peran Pesantren untuk Kedaulatan Pangan

Global Wakaf - ACT bersama Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) mengadakan safari ke sejumlah pesantren di Pulau Madura pada Kamis (22/1/2021). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan beberapa agenda kolaborasi kedua lembaga ini. Salah satunya penguatan peran pesantren dalam menciptakan kedaulatan pangan.

Para santri bersiap mendistribusikan bantuan Beras Wakaf dan Air Minum Wakaf di Pondok Pesantren Al Ihsan Sampang. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, SAMPANG – Global Wakaf – ACT bersama Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) mengadakan safari ke sejumlah pesantren di Pulau Madura. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan beberapa agenda kolaborasi kedua lembaga ini, yakni Wakaf Pangan Produktif dan program Kapal Kemanusiaan dari ACT.

“Insyaallah, kita juga membawa 7 ton Beras Wakaf dan Air Minum Wakaf untuk bisa dinikmati oleh para santri, jemaah, ustaz dan lain sebagainya. Sehingga kemanfaatan program Wakaf Pangan Produktif ini bisa dinikmati oleh seluruh umat,” ungkap Muhammad Yusuf Misbah atau Gus Yusuf selaku Sekertaris YP3I pada Kamis (22/1/2021) lalu.

Pengenalan program-program dan pendsitribusian ini pun disambut positif oleh sejumlah kiai yang didatangi. Salah satunya Kiai Fudholi selaku Sekretaris Jendral Aliansi Ulama Madura ketika ditemui di Pondok Pesantren Misdat UQ, Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.


Santri membawa Beras Wakaf dan Air Minum Wakaf dari Global Wakaf-ACT. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Program kemanusiaan khususnya di Madura bahkan mungkin secara nasional, terlebih pada saat akhir-akhir ini sangat diperlukan oleh masyarakat. Jadi masyarakat kita mari kita cekoki dengan program-program produktif. Termasuk program-program yang ditawarkan oleh pihak YP3I dan pihak Global Wakaf – ACT. Alhamdulillah, kami (ulama) Madura sangat menyambut baik,” ujar Kiai Fudholi.

Ia juga sangat mensyukuri adanya program Wakaf Pangan Produktif karena mendukung kedaulatan pangan. “Masyaallah, kalau pangan berdaulat insyaallah kita tidak akan bergantung kepada siapa pun di negara mana pun. Mulai dari masyarakat bawah, kami sangat mendukung dan mudah-mudahan ini berjalan lancar,” harap Kiai Fudholi.


Gus Yusuf pun mengajak masyarakat untuk turut serta menggerakkan sinergi dengan pesantren-pesantren ini. Menurutnya ada ratusan ribu santri yang siap bergerak untuk menuju peradaban bangsa dan dunia yang lebih baik.

“Itulah makanya, para dermawan untuk menyukseksan gerakan ini perlu kedermawanan anda semuanya. Ayo salurkan untuk gerakan-gerakan ini melalui Global Wakaf – ACT menuju kedaulatan. Insyaallah jika pangan kita berdaulat, ternak kita berdaulat, ekonomi kita berdaulat, negeri kita ini akan menjadi negeri yang makmur, baik, dan sejahtera,” pungkas Gus Yusuf. []