Wakaf, Pilar Ekonomi untuk Mewujudkan Peradaban

Wakaf, Pilar Ekonomi untuk Mewujudkan Peradaban

Wakaf, Pilar Ekonomi untuk Mewujudkan Peradaban' photo

ACTNewsLOMBOK - Belajar dari para pegiat Islam dari zaman kekhalifahan, Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT) tengah fokus menjadikan wakaf sebagai pilar ekonomi untuk mewujudkan peradaban. Banyak produk wakaf yang telah dilahirkan dan keberadaannya bahkan sampai menjangkau pelosok-pelosok Nusantara.

Presiden Direktur Global Wakaf Corporation Insan Nur mengatakan, Global Wakaf dalam jangka panjang akan bergerak untuk mendalami perihal wakaf yang bekerja sebagai pilar ekonomi kehidupan. Menurutnya, sekarang manusia berada di fase ketiga dalam kehidupan, di mana semuanya menjalani kehidupan di dunia dengan baik untuk bekal di akhirat kelak.

“Cita-cita kami besar, setidaknya di akhir zaman nanti kita semua, lewat Global Wakaf, punya kontribusi dalam membangun peradaban,” kata Insan saat menjadi pembicara di acara peluncuran program Global Wakaf yang bertemakan “Rangkai Kemanfaatan, Segerakan Kebaikan”, Selasa (11/12) di Mataram, NTB.

Insan juga menjabarkan, Global Wakaf-ACT sudah hadir di lebih dari 30 provinsi se-Indonesia dengan penyebaran di 90 kota/kabupaten, 161 kecamatan, dan 194 desa. Keberadaannya diwakili dengan program-program pemberdayaan, antara lain Lumbung Pangan Wakaf, Lumbung Ternak Wakaf, Sumur Wakaf, Warung Wakaf, dan Ritel Wakaf.

“Program-program pemberdayaan itu menjadi model bagi wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan. Itu langkah awalnya, menebar kebaikan wakaf ke pelosok-pelosok. Untuk lahan pertanian sendiri, Global Wakaf-ACT telah mengelola sekitar 3.600 hektare yang tersebar di Indonesia dengan melibatkan 12.119 keluarga petani dalam program Lumbung Pangan Wakaf atau LPW,” papar Insan.

Sejak awal melangsungkan kinerja, Global Wakaf pun terus meluaskan jangkauan. Kini Global Wakaf juga telah membangun Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di 31 kota/kabupaten di Indonesia. Lewat LTW, Global Wakaf telah mampu menghasilkan 7.000 ekor kambing yang tercatat sejak 2011 hingga sekarang.

“Kami berharap, dengan semakin luas manfaat, tidak ada cara lagi selain melalui wakaf untuk mengangkat ekonomi kehidupan masyarakat,” tambah Insan.

Sedang Imam Saptono selaku Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang  turut hadir menjadi pembicara, mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap Global Wakaf. Kiat-kiat Islam dalam menyelesaikan masalah kemiskinan dengan wakaf, menurut Imam, telah menjadi pilar bagi Global wakaf sendiri sebagai lembaga wakaf.

“Saya mengenal Global Wakaf dengan baik, saya berharap tidak hanya dengan zakat yang luar biasa Indonesia bisa bangkit, tetapi juga ditambah dengan wakafnya yang hebat,” ujar Imam.

Apabila selama ini wakaf dikenal hanya dalam bentuk masjid, kata Imam, di zaman yang semakin maju akan jadi berbeda. “Sebab sejatinya, wakaf itu harus berlangsung produktif. Wakaf harus mengalirkan manfaat secara terus menerus, baik bagi wakif, pengelola, maupun penerima manfaatnya,” jelasnya.

Imam juga menyebutkan, sebanyak 4,2 juta hektare lahan wakaf yang tercatat di BWI. Jumlah yang cukup besar dengan perkembangan yang pesat pula. Jumlah yang menandai bahwa semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan kebaikan berwakaf, tidak hanya menunaikan zakat ataupun sedekah.

“Saya sendiri berharap, kehadiran Global Wakaf akan menambah jumlah itu. Sehingga, wakaf benar-benar menjadi alat peradaban yang masuk lewat jalur produktif. Semakin luas jangkauan, semakin besar manfaatnya,” pungkas Imam. []

Bagikan

Terpopuler