Wakaf Sawah Produktif, Awal Kesejahteraan Petani Desa Jiyu

Melalui program Wakaf Sawah Produktif, Global Wakaf-ACT akan membeli hasil panen petani di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dengan harga terbaik sehingga mampu menjadi momentum penggerak dalam menyejahterakan petani.

Petani di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tengah memanen padi untuk dijual ke ACT dengan harga terbaik. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, MOJOKERTO — Petani di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, selama ini terpaksa mengambil kerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu petani itu adalah Matsoim. Sebagai petani, ia terpaksa bekerja sambilan menjadi buruh tani. Matsoim bekerja mencangkul sawah milik orang lain agar dapat penghasilan lebih modal pertanian.


“Pupuk sangar sulit sementara padi juga dijual gabah sangat murah, (Rp)300 (ribu per kuintal) itu kadang banyak yang enggak mau,” ujar Matsoim, Senin (11/04/2021).


Matsoim menambahkan, harga gabah akan semakin murah jika sedang musim hujan. Gabah yang mengandung lebih banyak air menurunkan kualitas gabah. Harga gabah yang tidak pasti karena faktor cuaca diakui Matsoim sudah berlangsung sekitar dua tahun.

Wakaf Sawah Produktif yang menyejahterakan petani

Matsoim sangat bersyukur dengan kehadiran program Wakaf Sawah Produktif yang diinisiasi Global Wakaf-ACT di desanya. Dalam program Wakaf Sawah Produktif, gabah yang dipanen petani di Dusun Tumpangsari akan dibeli Global Wakaf-ACT dengan harga terbaik untuk didistribusikan kepada masyarakat prasejahtera melalui Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan.


“Setelah ada ini program Wakaf Sawah Priduktif, keadaan jadi jauh lebih baik. Saya bisa jual gabah dengan harga lebih tinggi ketimbang jual di tempat-tempat sebelumnya,” jelas Matsoim.


Lebih jauh, bukan hanya membeli hasil panen, Global Wakaf-ACT juga telah melakukan intervensi sejak pembibitan. Bibit yang digunakan adalah jenis HMS700, yang mana dalam satu malai dapat mencapai 700 bulir. Lalu dalam pemeliharaan, para petani juga diberikan biaya dan akses untuk mendapatkan pupuk. Sehingga, kualitas padi terjaga dan mendapatkan hasil maksimal.


“Alhamdulillah kami tidak terlalu khawatir untuk biaya makan sahur dan buka puasa di bulan Ramadan, karena pemasukan lebih terjamin lewat program WSP," syukur Matsoim.[]