Wakaf Sawah Produktif Sapa Sejumlah Petani Korban Erupsi Semeru

Bantuan berupa sarana produksi pertanian didistribusikan untuk para petani di Kampung Kajar Kuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada (17/12/2021).

petani semeru
Sarana produksi pertanian yang didistribusikan berupa bibit, pupuk dan biaya olah lahan pertanian. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN LUMAJANG – Global Wakaf-ACT terus berikhtiar dalam pemulihan pascabencana erupsi Gunung Semeru, salah satunya melalui program Wakaf Sawah Produktif. Bantuan mulai didistribusikan kepada sejumlah petani di Kampung Kajar Kuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada (17/12/2021).

“Alhamdulillah, lewat program ini kita memberikan bantuan sarana produksi pertanian ke sejumlah petani yang berada di wilayah Kampung Kajar kuning dengan total luas lahan satu hektare. Adapun sarana produksi pertanian yang didistribusikan berupa bibit, pupuk dan biaya olah lahan pertanian,” ungkap Mohammad Jakfar dari Tim Global Wakaf-ACT.

Kampung Kajar Kuning memiliki lahan pertanian produktif seluas 30 hektare. Tetapi semenjak terdampak erupsi Gunung Semeru, hanya sekitar 20 hektare yang dapat kembali ditanami di lahan yang menggunakan irigasi sebagai sumber pengairan ini.


Implementasi program untuk para petani sendiri rencananya akan berjalan di awal tahun 2022 nanti. “Karena sampai saat ini, kita masih menunggu kondisi Gunung Semeru normal kembali. Mohon doa juga dari para dermawan agar bencana ini cepat berlalu,” jelas Jakfar.

Untuk saat ini para petani juga masih trauma dan belum ingin kembali memeriksa lahan mereka, seperti Abah Tukiman salah satunya. Abah mengaku belum melihat dan tidak berani untuk mendatangi lahannya yang memang berasa di lokasi yang masih cukup rawan.


Abah Tukiman sampai kini tak berani kembali memeriksa lahannya. (ACTNews)

"Ndak berani kalau kesana. Masih takut," singkat Abah.

Abah Tukiman sehari-hari adalah seorang petani jagung dan singkong. Dengan lahan seluas seperempat hektar tak jauh dari bawah kaki gunung Semeru, Abah menggantungkan penghasilan dari sana.

"Dalam setahun itu tanam jagung dua kali sama singkong satu kali. Ya, lumayan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja," kata Abah. Ia pun berterima kasih dengan kehadiran Wakaf Sawah Produktif karena dapat membantunya mengembangkan lahan kembali. []