Wakaf Siswa MIN 1 Banda Aceh: Dari Kumpulkan Uang Jajan hingga Pecahkan Celengan

Kepedulian telah terbangun pada diri siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banda Aceh. Mereka bersama-sama mengumpulkan sebagian uang jajan untuk patungan wakaf rumah bagi pengungsi Palestina dan Wakaf Ternak Produktif untuk pondok pesantren di Aceh.

Kepedulian kepada sesama telah dipupuk sekolah kepada para siswa MIN 1 Banda Aceh, salah satunya melalui pembelajaran sejarah. (ACTNews/Yudha Hadisana)

ACTNews, BANDA ACEH – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banda Aceh sudah lama mengakrabkan anak-anak dengan kegiatan sosial, salah satunya membantu saudara yang membutuhkan, termasuk di Palestina. Pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, Negeri Palestina juga banyak dibahas.

“Terutama peristiwa Isra Miraj. Guru akan bercerita dari mana Nabi Muhammad isra, kemudian miraj di Masjidil Aqsa yang berada di Palestina. Kemudian guru juga menjelaskan kondisi Palestina sekarang ini. Jadi secara tidak langsung guru sudah memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak,” jelas Cut Shafiah sebagai Kepala Sekolah MIN 1 Banda Aceh pada Sabtu (3/4/2021) lalu.

Ketika Aksi Cepat Tanggap bersilaturahmi dan memperkenalkan program kemanusiaan ke MIN 1 Banda Aceh pada awal tahun 2021 ini, guru dan murid menyambut dengan antusias. Para siswa juga diajak berbagi, berwakaf untuk Rumah Wakaf Palestina dan Wakaf Ternak Produktif untuk sejumlah dayah yang ada di Aceh. Wakaf sebesar Rp22 juta buah kedermawanan siswa diserahterimakan kepada Global Wakaf-ACT di helatan Waqf Economics Forum, Kamis (1/4/2021).


Selain berwakaf untuk rumah pengungsi di Palestina, siswa dan guru MIN 1 Banda Aceh juga menyerahkan Wakaf Ternak Produktif untuk dayah-dayah yang berada di Aceh. (ACTNews/Reza Mardhani)

Mayoritas wakaf itu berasal dari para murid yang berjumlah 1.125 orang. “Sebagian besar anak-anak mengumpulkan uang jajan, dikumpulkan dan disisihkan, kemudian. Ada juga yang cerita mereka buka celengan yang memang disiapkan untuk lebaran. Namun, karena ada momen ini, mereka izin kepada orang tua membuka celengan untuk menyumbang,” kata Shafiah.

Menurut Shafiah, kegiatan ini menjadi latihan yang sangat baik untuk siswa MIN 1 Banda Aceh. Ia berharap, melalui kesempatan-kesempatan untuk berderma ini, jiwa sosial para siswa terbentuk.

“Kegiatan ini memupuk semangat anak-anak kita untuk saling membantu. Jadi mereka tidak akan menjadi individu yang eksklusif. Jiwa mereka akan tetap tersentuh saat melihat orang lain kesusahan. Visi kita di sini yang pertama itu adalah membangun akhlak, yang kedua pengetahuan dan kecerdasan, yang ketiga adalah lingkungan,” lanjutnya.

Shafiah berharap kegiatan ini berlanjut meskipun bukan untuk Palestina. Ia juga berharap ACT dapat membantu pihak-pihak kesulitan yang dekat dengan MIN 1 Banda Aceh. “Karena di madrasah kita juga ada anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi dan ada juga guru-guru honorer kita. Semoga, sahabat dermawan melalui ACT dapat memberikan sumbangsihnya untuk mereka,” harap Shafiah.[]