Wakaf Ternak Produktif Siap Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Pesantren

Program Wakaf Ternak Produktif berkolaborasi dengan sejumlah pesantren untuk mengembangbiakkan kambing-kambing yang diwakafkan di Lumbung Ternak Wakaf binaan Global Wakaf - ACT.

Serah terima ternak wakaf dari program Wakaf Ternak Produktif kepada Pesantren Anharul Ulum. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA - Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pesantren paling banyak di Indonesia. Dari mulai pesantren yang sudah berdaya hingga pesantren yang masih berjuang untuk mandiri. Banyak dari mereka yang belajar di pesantren hanya bermodalkan keinginan dan tekad yang kuat untuk menuntut ilmu, namun kebutuhan pangannya belum tentu bisa terpenuhi. Sebagai pusat pengembangan calon pemimpin umat, pesantren layak mendapat dukungan maksimal agar mampu mandiri dan berdaulat secara pangan. 

Sebagai dukungan ketahanan pangan dan pemberdayaan pesantren, Global Wakaf - ACT kembali menghadirkan program wakaf untuk pesantren. Ialah Wakaf Ternak Produktif, program yang ditujukan untuk menggerakkan kemandirian ekonomi pesantren melalui pengelolaan domba yang menjadi ternak wakaf. Program pemberdayaan ini diluncurkan di Kabupaten Ciamis, Sabtu (23/1/2021).

Program Wakaf Ternak Produktif berkolaborasi dengan sejumlah pesantren untuk mengembangbiakkan kambing-kambing yang diwakafkan di Lumbung Ternak Wakaf binaan Global Wakaf - ACT. Dalam hal ini, pesantren mendapatkan wakaf ternak yang akan dikembangkan sebagai Lumbung Ternak Wakaf berbasis pesantren. Hasil pengelolaan wakaf ternak di pesantren akan dimanfaatkan dan diberikan kembali ke pesantren sekitar untuk dikembangkan kembali sebagai LTW lainnya.

Renno I. Mahmoeddin selaku Head of Regional ACT Jawa Barat menjelaskan, Wakaf Ternak Produktif memiliki visi besar dengan melibatkan elemen pesantren. “Program ini ingin mewujudkan kedaulatan pangan bangsa melalui peran sosial keagamaan dan kemandirian pesantren. Dengan kondisi bangsa kita yang saat ini penuh tantangan, khususnya di masa pandemi ini, pemulihan ekonomi menjadi fokus utama program-program kami. Semoga program Wakaf Ternak Produktif bisa menjadi jawaban kebutuhan pemulihan ekonomi sekaligus melahirkan para santri dan ulama yang bisa menjadi problem solver untuk umat di kemudian hari,” ungkap Renno.

Program Wakaf Ternak Produktif diharapkan bisa menciptakan kemandirian ekonomi sehingga mampu untuk mengelola ekonomi pesantren sendiri dan lingkungan sekitarnya. “Kami juga berharap semoga domba-domba wakaf yang dikelola oleh LTW bisa lebih berkembang dan kemudian bisa menjadi jembatan kebaikan antar pesantren. Jika sudah berkembang, pesantren akan membantu pesantren lain yang belum mandiri dan mampu, sehingga ekonominya akan tumbuh,” imbuh Renno.

Nonop Hanafi selaku Pimpinan Pondok Pesantren Anharu Ulum menyambut baik program ini. Ia juga memiliki harapan besar atas terlaksananya program Wakaf Ternak Produktif yang melibatkan klaster pesantren beserta santrinya. “Kita bersyukur kepada Allah dengan launching program ini. Ketika program ini berkembang kita akan kembangkan juga ke pesantren-pesantren yang lain. Program ini insyaallah akan menjadikan santri ke depan sebagai agen perubahan dalam swasembada pangan umat. Melalui program ini insyaallah tidak akan lama lagi bahwa kekuatan ekonomi umat akan bangkit dari kaum santri,” ungkap Nonop.

Peluncuran program Wakaf Ternak Produktif dilakukan di Pondok Pesantren Anharul Ulum sekaligus serah terima 50 ekor domba wakaf untuk Pesantren Anharul Ulum dan 50 ekor lagi untuk Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, Kabupaten Ciamis.

Sementara itu, di Jawa Barat, direncanakan akan ada 40 pesantren yang dilibatkan dalam pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren melalui program Wakaf Ternak Produktif dengan jumlah domba yang akan diwakafkan sebanyak 2.000 ekor. []