Wakaf Ternak Produktif Topang Kemandirian Pesantren

Di Nusantara, tak sedikit pesantren yang berdiri untuk menampung santri-santri dari kalangan keluarga prasejahtera. Untuk membantu ekonomi pesantren agar mampu mandiri demi kelangsungan pendidikan, Global Wakaf terus meluaskan manfaat wakaf lewat Wakaf Ternak Produktif untuk pesantren-pesantren.

Santri Pesantren Miftahul Ulum Tasikmalaya
Santri Miftahul Ulum Gandok, Tasikmalaya sedang menuntun hewan ternak wakaf yang baru saja Global Wakaf datangkan di pesantren mereka. (ACTNews/Fauzi Ridwan)

ACTNews, TASIKMALAYA Para santri tengah bersiap melaksanakan salat zuhur berjamaah saat tim Global Wakaf-ACT mengunjungi Pesantren Miftahul Ulum Gandok yang berada di Jalan Gandok II, Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Senin (15/2/2021). Di hari itu, Riska Intonahari (19) tak mampu berbohong, ia sangat senang karena kedatangan tim Global Wakaf-ACT

Senangnya Riska pada hari itu bukan tanpa alasan. Global Wakaf-ACT pada pertengahan Februari ini hadir ke Pesantren Miftahul Ulum dengan membawa 50 ekor hewan ternak wakaf. Hewan tersebut nantinya bakal ikut menopang perekonomian pesantren agar santri-santri, khususnya yatim dan prasejahtera, dapat terus melanjutkan pendidikan. 

Riska merupakan satu dari banyaknya santri yatim dan prasejahtera yang menuntut ilmu di Pesantren Miftahul Ulum Gandok. Abuya Ismet, salah satu pengurus pesantren mengatakan, 73 persen santri di tempatnya merupakan yatim dan datang dari keluarga prasejahtera. Mereka tak dibebankan biaya pendidikan yang besar, agar tak menjadi beban serta tetap semangat dalam belajar. “Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan perlakukan yang sama agar ilmunya bertambah dan dapat meneruskan perjuangan Islam,” jelas Ismet.

Empat tahun sudah Riska menimba ilmu di Pesantren Miftahul Ulum dan selama itu pula ia mendapatkan keringanan biayaDi balik ringannya biaya pendidikan tersebut, ia memiliki cita-cita yang besar, yaitu memberangkatkan ibunya menunaikan ibadah haji. Untuk menggapai cita-citanya tersebut, Riska terus menambah ilmunya di bidang agama, salah satunya ialah hafalan Alquran. “Ingin bawa ibu ke Baitullah, karena orang tua tinggal beliau (ibunya),” ungkap Riska sambil menahan tangis.

Sementara itu, Kepala Cabang Global Wakaf Tasikmalaya Taufik Perdana mengatakan, hadirnya hewan ternak wakaf di Pesantren Miftahul Ulum ini merupakan bagian dari program Wakaf Ternak Produktif. Dengan hadirnya hewan ternak ini diharapkan mampu memandirikan perekonomian pesantren melalui sektor peternakan.

“Program ini merupakan salah satu dari besarnya manfaat wakaf yang disalurkan melalui Global Wakaf. Melalui sektor peternakan kita semua berharap pesantren mampu mandiri ekonominya, dan tak selalu bergantung pada sedekah, apalagi pesantren yang menghidupi santri yatim dan prasejahtera,” ungkap Taufik.

Di wilayah Priangan Timur, Global Wakaf-ACT Tasikmalaya telah mendistribusikan hewan ternak wakaf serupa ke 13 pesantren yang tersebar hingga Ciamis dan Garut. Untuk saat ini, jumlahnya telah mencapai 650 ekor kambing dan akan terus bertambah dan meluas wilayah distribusinya. Dengan hewan ternak ini, pesantren diharapkan mampu mandiri ekonominya.[]