Wakaf Uang Wujudkan Kedaulatan Pangan Umat

Sebagai negara agraris, Indonesia sudah selayaknya bisa berdaulat kebutuhan pangannya. Akan tetapi hal ini seakan masih jauh jika melihat kondisi pertanian kita. Untuk itu, Global Wakaf-ACT mendukung tercapaikan kedaulatan pangan lewat dukungan dana wakaf yang potensinya begitu besar.

Petani di Desa Jiyu, Mojokerto terlibat dalam tanam raya yang Global Wakaf gelar di desa mereka. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mencapai kedaulatan pangan dengan dukungan dana wakaf. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, MOJOKERTO – Yang umum ditemukan di tengah kehidupan masyarakat Indonesia saat ini tentang wakaf ialah musala atau masjid, madrasah, dan yang paling populer ialah makam. Ketiga wujud wakaf tersebut memang tidak ada salahnya. Namun, jika dilihat lebih jauh lagi, wakaf bisa dimaksimalkan untuk sektor-sektor produktif yang hasilnya bisa dirasakan secara luas dan lebih banyak orang yang bisa menikmatinya.

Hal ini lah yang sedang Global Wakaf-ACT gaungkan sejak beberapa waktu terakhir untuk mengedukasi masyarakat agar bisa mengalokasikan ibadah wakafnya di sektor produktif dengan pemanfaatan wakaf uang. Tak sekadar edukasi, Global Wakaf-ACT mewujudkannya melalui berbagai program, salah satunya Wakaf Sawah Produktif yang baru saja terimplementasi pada akhir 2020 di sawah masyarakat di wilayah Mojokerto.

“Di tahap pertama ini ada 500 hektare lahan sawah yang bakal ditanami padi bibit unggul dengan harapan bisa mendukung bangsa Indonesia mencapai kedaulatan pangan,” jelas Sri Eddy Kuncoro dari tim Global Wakaf-ACT pada akhir Desember 2020 lalu saat pelaksaan tanam raya di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.

Tanam raya yang melibatkan masyarakat petani, ahli pertanian, pesantren hingga pewakif ini dalam beberapa bulan ke depan ditargetkan akan menuai panen yang hasilnya akan dijadikan Beras Wakaf dan tidak untuk dijual. Sebelum benar-benar diterima oleh masyarakat prasejahtera, korban bencana hingga pesantren-pesantren di Jatim, Beras Wakaf akan ditampung di Wakaf Distribution Center yang berlokasi di Jombang dan mampu memuat hingga 500 ton beras. Hadirnya gudang yang berisikan berbagai kebutuhan pokok ini pun merupakan buah kebaikan dari dana wakaf yang akan disalurkan untuk program-program kemanusiaan.

Sebelumnya, tanam raya yang hasilnya akan mendukung program-program kemanusiaan Global Wakaf-ACT juga dilangsungkan di Kabupaten Malang pada November 2020 lalu. Bibit yang ditanam pun merupakan bibit unggulan hasil pengembangan yang dilakukan Hariyadi, seorang ahli di bidang pertanian. Kegiatan tanam raya ini juga merupakan bagian dari pemanfaatan dana wakaf untuk program produktif.

“Indonesia ini negeri agraris, jadi sudah selayaknya daulat secara pangan. Untuk tahap awal ini dimulai dari wilayah Jatim, tapi ke depannya, di wilayah lain di Indonesia akan kami aktivasi dengan memaksimalkan potensi wakaf masyarakat yang begitu besar,” tambah Eddy.

Di Indonesia sendiri, seperti data dari Badan Wakaf Indonesia yang dilansir dari Kompas.com, potensi aset wakaf per tahunnya mencapai Rp2 ribu triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare. Selain itu, wakaf uang juga memiliki potensi yang luar biasa, kisarannya menembus angka Rp188 triliun per tahun. Sayang, potensi besar ini baru sebagian saja yang terealisasi. Salah satu faktor penyebabnya ialah kurangnya literasi terkait wakaf.[]