Walau Belum Mampu, Paryatin Berharap Bisa Berbagi Daging Kurban

Paryatin menyimpan keinginan untuk berkurban. Meskipun ia tahu kondisinya sendiri saat ini sulit, ia tetap berharap bisa berbagi daging kurban kepada mereka yang membutuhkan.

Walau Belum Mampu, Paryatin Berharap Bisa Berbagi Daging Kurban' photo
Di tengah kondisi ekonominya yang terbatas, Paryatin berharap bisa berkurban dan memberikan daging kurbannya kepada mereka yang membutuhkan. (ACTNews/Yuda Hadisana)

ACTNews, JAKARTA – “Boro-boro buat kurban, buat makan juga susah," ucap Paryatin (50) sembari tertawa. Mengingat momen kurban semakin dekat, tapi kemampuan untuk berkurban belum dapat ia capai. Walhasil, ia hanya membantu prosesi kurban di masjid dan menerima juga dagingnya. “Cuma kadang ya, dibantu saja dari masjid, atau dari tempat lain,” lanjut Paryatin.

Tetapi bukan berarti keinginan untuk berkurban itu tidak ada. Melihat orang-orang sekitar yang kesulitan, Paryatin juga memiliki keinginan serupa. Ia ingin berbagi kepada orang lain jika saja rezeki berlebih buatnya.

“Ingin kurban sebenarnya, kalau ada kesempatan. Ingin bagi-bagi daging, terus dikasih ke orang lain. Kalau ada rezeki saya juga ingin menyumbang. (Kalau sekarang) boro-boro,” jelas Paryatin.

Terutama jika mengingat di masa pandemi saat ini, kehidupan jadi semakin lebih sulit dari sebelumnya. Sehingga dengan berkurban pada Iduladha nanti, akan banyak membantu orang-orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya.


Paryatin menerima bantuan beras gratis dari Humanity Care Line. (ACTNews/Reza Mardhani)

Tetapi keadaan saat ini juga sebenarnya sulit bagi Paryatin. Suaminya yang berusia 57 tahun sudah lama tak bekerja. Mereka berdua akhirnya menggantungkan kebutuhan hidup kepada ketiga anaknya. Tetapi belakangan, beberapa anaknya tempat ia menggantungkan hidup juga terkena PHK.

“Sekarang dibantu sama anak yang paling besar (sulung). Cuma dia juga kan sudah berkeluarga, jadi untuk bantu-bantu juga secukupnya dia. Namanya juga anak,” cerita Paryatin di depan rumahnya di wilayah Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (3/6) lalu.


Makan pun seadanya saja. Apa pun yang tersedia di dapur hari itu, itulah yang akan mereka masak dan mereka makan. Tak jarang lauk-pauk mereka sederhana sehari-harinya. “Ya seketemunya saja. Kadang tahu, tempe, sayur. Semenjak virus corona ini terasa sekali. Makanya saya terkadang mengharap bantuan-bantuan (pangan) datang,” ucap Paryatin.

Tetapi Paryatin yakin bagaimanapun selalu ada jalan. Ia berdoa suatu saat nanti bisa membeli satu ekor hewan kurban dan dagingnya akan diberikan kepada mereka yang prasejahtera. “Ya doakan saja (bisa berkurban), mudah-mudahan ada rezeki, insyallah. Kalau bukan saya yang berkurban, ya juga bisa anak saya,” harap Paryatin. []


Bagikan