Walau Ekonomi Tertahan, Kedermawanan Tetap Jalan

Meskipun kondisi ekonomi sedang terseok akibat pandemi, kedermawanan masih terus berjalan. Seperti jumlah para dermawan yang berkontribusi melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dengan peranan dermawan ini, masyarakat yang kesulitan selama pandemi dapat terbantu.

Seorang ibu di Kabupaten Bekasi yang semringah setelah mendapatkan bantuan air dan beras gratis. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Pandemi pelan-pelan menahan geliat ekonomi. Dikutip dari ANTARA, Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Indonesia mengalami kontraksi yakni minus kisaran empat persen pada triwulan kedua 2020 karena penurunan kegiatan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Perkiraan kami dengan berbagai data yang ada menunjukkan kontraksi ekonomi Indonesia berkisar empat persen,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (16/7) lalu. Menurutnya, dari hasil penilaian Bank Indonesia ini kontraksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri terjadi pada April dan Mei 2020 ketika pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, catatan dari tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) menunjukkan sisi lain. Ketika ekonomi sedang lesu pada periode Ramadan lalu, para dermawan justru meningkat. “Di saat orang mengatakan sedang susah di pandemi Covid-19, donatur kita meningkat 153%. Walaupun ternyata jumlah (pertumbuhan) donasinya hanya naik 19%. Bangsa ini terbukti sebagai bangsa paling dermawan,” jelas Presiden ACT Ibnu Khajar di acara Sentra Qurban Terbaik pada Kamis (16/7).


Salah seorang anak membawakan beras gratis dari ACT ke rumahnya di Kelurahan Warakas Jakarta Utara. (ACTNews/Reza Mardhani)

Para dermawan ini tersebar di seluruh Indonesia dan paling banyak ada di Jakarta. Ibnu mengapresiasi kedermawanan masyarakat ini. Sebab walaupun telah masuk pada masa tatanan normal baru, kondisi ekonomi belum sepenuhnya berjalan seperti sediakala.

“Walaupun sudah dalam kondisi new normal, sudah kelihatan seperti ramai, kondisi masyarakat kita yang sulit masih memerlukan waktu untuk pemulihan. Dan kita, semua elemen umat, membersamai pemerintah. Kita mengajak semua menunjukkan kepedulian dalam spirit 'Tambahkan Sedekah Tumbuhkan Berkah',” ajak Ibnu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang hadir dalam acara tersebut, menyambut positif langkah dari ACT. Ia menyebut kedermawanan ini adalah sebuah kontribusi yang baik dan luar biasa.

“Ini menunjukkan suatu kontribusi yang baik, kiprah yang baik, dari suatu komunitas masyarakat. Bahwa masyarakat sukarelawan ternyata bisa eksis bahkan di tengah pandemi Covid-19. Di tengah merosotnya pergerakan ekonomi, bahkan pertumbuhan ekonomi telah mencapai angka minus 4%, tapi ACT justru berhasil memberikan kontribusi yang luar biasa. Naik sebanyak 153% donaturnya, dan peningkatan nilainya sebanyak 19%. Ini angka yang harus diapresiasi,” ujar Riza.


Kedermawanan di tengah kesulitan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi juga bagi masyarakat lainnya, bahwa selalu ada jalan bagi niat baik walaupun kondisinya sedang sulit. “Gerakan apapun yang diniatkan dengan niat yang baik, niat ibadah hanya memohon rida kepada Allah, insyaallah mendapatkan kemudahan dari berbagai kesulitan, bahkan mendapatkan kemudahan,” kata Riza.

Momen kedermawanan itu dihadirkan lagi melalui Global Qurban – ACT. Dengan program Labbaik Berqurban Terbaik, Global Qurban – ACT mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk ikut menyemarakkan Hari Raya Iduladha tahun ini dan membantu mereka yang membutuhkan.

“Kami panggil orang-orang yang beriman. Kami panggil orang-orang yang peduli. Kami panggil orang-orang yang semakin dekat dengan Allah. Satu-satunya agama yang lugas menyebutkan bahwa sedekah terbaik adalah sedekah di masa-masa sulit adalah Islam, yang hari ini ada satu ajaran tentang berkurban. Maka pada hari ini, insyaallah umat Islam dalam kondisi sulitpun, ia akan menyediakan satu anggaran khusus untuk berkurban,” tutur Ibnu. []