Walau Penghasilan Tergerus, Warung Kopi Bella Jalan terus

Semenjak pandemi, penghasilan Bella berkurang hingga setengahnya. Namun warung kopi yang ia rintis 4 tahun belakangan ini terus ia pertahankan. Mengingat hanya inilah pilihannya untuk memenuhi kebutuhannya beserta ketiga anaknya.

Bella ketika ditemui di warungnya. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Bella Allis Trisnawati telah merintis warung kopinya sendiri semenjak 4 tahun lalu, tahun tepat di mana suaminya juga berpulang untuk selamanya. Semenjak saat itu, warung kopilah tempat Bella mengikhtiarkan nafkah bagi dirinya sendiri serta ketiga anaknya. Sampai bahkan si sulung kini telah bekerja sebagai pramubakti di sebuah kantor dan menghadiahkan ibunya seorang cucu.

Penghasilan Bella dari warung kopinya yang berada di Bogor ini, awalnya bisa berkisar Rp700 ribu dalam satu hari. Pembatasan sosial semasa pandemi yang pelan-pelan menggerus penghasilan itu, bahkan hingga setengahnya. Tak jarang kini, Bella sehari hanya dapat mengantongi uang Rp300 ribu. Itu pun dengan catatan banyak pelanggan yang mampir ke warungnya.

Lain cerita jika sedang sepi. Warung Bella bahkan tak bisa mengembalikan modal dari bahan baku yang ia gunakan hari itu. Tetapi Bella tidak punya banyak pilihan karena warung kopinya inilah satu-satunya jalan rezeki Bella.


Kondisi warung kopi Bella di siang hari. (ACTNews)

Dengan melihat kondisi usaha Bella saat ini, Global Wakaf – ACT berikhtiar menyelesaikan permasalahannya dengan menghadirkan bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro untuk Bella pada Selasa (22/9) lalu. “Dengan adanya bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf – ACT, semoga dapat mengembalikan modal awal yang pada saat ini sudah tidak tersisa lagi. Dan semoga usaha saya ke depannya semakin lancar,” harap Bella.

Bella merupakan salah satu dari 10 penerima manfaat pada saat itu. Program Wakaf Modal Usaha Mikro telah diaktivasi sejak 11 September lalu dan pendampingan pertama pun telah berjalan untuk para penerima manfaat.


“Insyaallah seluruh penerima manfaat telah diedukasi terkait wakaf, di mana dana pokoknya harus tetap utuh. Sehingga ada pengembalian dana pokok dan disepakati oleh kesemuanya. Semoga semua penerima manfaat amanah, usahanya berjalan lancar dan sukses, serta bisa menjadi dermawan-dermawan baru,” harap Khisnul Hassanah dari Tim Program Global Wakaf – ACT Bogor.

Khisnul pun turut mengajak para dermawan untuk meluaskan manfaat dari program ini. “Kami mengajak kepada para dermawan untuk turut serta memberdayakan lagi para pengusaha kecil yang terdampak. Semoga dengan wakaf kita, para penerima manfaat bisa melewati masa sulit ini dengan lancar,” ajak Khisnul. []