Warga Al Musadar Gaza Tak Lagi Beli Air Sejak Kehadiran Sumur Wakaf

Kehadiran Sumur Wakaf juga menghemat pengeluaran warga karena warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air bersih, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan irigasi kebun.

Relawan Aksi Cepat Tanggap melakukan uji coba kapasitas air Sumur Wakaf di Al Musadar Gaza. (ACTNews)

ACTNews, PALESTINA Wilayah Al Musadar, Gaza, menjadi salah satu kota yang baru dibangun di Jalur Gaza. Wilayah yang tergolong sangat miskin ini tidak terjangkau sumber air  dari kotamadya. Masyarakat di wilayah ini pun harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keadaan ini segera direspons Aksi Cepat Tanggap. Berkat dukungan para dermawan, Sumur Wakaf di wilayah ini bisa dikerjakan pada 7-13 Maret. Kini, Sumur Wakaf dengan kedalaman 87 meter per jam itu berkapasitas menghasilkan 35.000 liter air per jam.

Said Mukaffiy dari Global Humanity Response-ACT menerangkan, kemampuan air yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan penduduk sekitar. “Sumur Wakaf juga dilengkapi dengan koneksi pipa saluran bawah tanah sehingga bisa mengalirkan air ke rumah-rumah warga sehingga semakin memudahkan warga Al Musadar untuk bisa mengakses air lebih efektif,” Kata Said.

 

Said menambahkan, penggunaan pompa sumur berkualitas tinggi diharapkan bisa digunakan warga dalam jangka waktu lama. Kehadiran Sumur Wakaf juga menghemat pengeluaran warga karena warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air bersih, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan irigasi kebun.

“Insyaalah, dengan begitu, mereka bisa mengonsumsi air yang layak dan meningkatkan taraf kesehatan,” pungkas Said.[]