Warga Desa Jipang: “Sekarang Jadi Berdaya”

Warga Desa Jipang: “Sekarang Jadi Berdaya”

Warga Desa Jipang: “Sekarang Jadi Berdaya”' photo

ACTNews, JAKARTA - Sejak zaman dahulu, Indonesia telah dikenal sebagai negara agraris. Negara di mana luas daratannya didominasi oleh lahan hijau dengan hasil alam yang berlimpah. Negara di mana pertanian menjadi salah satu sektor utama perekonomiannya. Bahkan pada 1984, Indonesia sempat mengalami swasembada pangan, di mana kebutuhan pokok dapat terpenuhi semua.

Namun, sayangnya kini lahan hijau Indonesia telah tergantikan dengan gedung-gedung tinggi menjulang. Berkurangnya lahan hijau tersebut membuat satu per satu warga meninggalkan profesinya sebagai petani. Tak jarang dari mereka yang bekerja serabutan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan harian.

Tak ingin problematika itu berlanjut, Aksi Cepat Tanggap melalui Global Wakaf membentuk beberapa program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan menginisiasi program Desa Wakaf. Tujuannya satu: memeratakan kesejahteraan dengan meningkatkan perekonomian bangsa. 

Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah menjadi salah satu Desa Wakaf binaan Global Wakaf - ACT. Sebagai Kepala Desa, Ngadi merasa bersyukur. Desa wakaf secara perlahan meningkatkan kondisi ekonomi warganya.

 

“Kami, saya dan warga yang tadinya tidak berdaya, alhamdulillah sekarang jadi berdaya,” tutur Ngadi, saat hadir pada peluncuran program Indonesia Berqurban, Kamis (19/7).

Pemberdayaan di Desa Jipang tidak hanya bergerak di bidang pertanian, tetapi juga peternakan. Selain memberikan peluang kerja kembali bagi petani dengan lumbung pangannya, masyarakat Desa Jipang juga memiliki Lumbung Ternak Masyarakat (LTM). Sesuai namanya, LTM bergerak di bidang peternakan, di mana hewan seperti kambing, sapi, dan kini ayam diternak di sana.

Ngadi memaparkan, bersama LTM, kini di desanya sudah tersedia 48 kandang yang terbagi menjadi kelompok dan perorangan. Peternakan itu dikelola di sela-sela mereka bercocok tanam. Masyarakat Desa Jipang bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus, bertani dan beternak.

 

“Bahkan sekarang, masyarakat mendapat gaji setara Upah Minimum Relatif (UMR) tingkat kabupaten Jawa Tengah,” kata Ngadi.

“Saya berterima kasih sekali, LTM ini meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Jipang. Bahkan, bisa mengubah taraf pendidikan anak-anak desa, yang tadinya hanya sampai SD atau SMP, kini sudah bisa lebih dari itu,” tambahnya.

Siap memasok hewan kurban di Iduladha mendatang

Momen Iduladha akan segera tiba dalam hitungan minggu. Beriringan dengan itu, kata Ngadi, Desa Jipang sebagai Desa Wakaf telah siap menyediakan hewan kurban terbaik dari LTM-nya. Para peternak LTM telah menernak hewan kurban, seperti sapi dan kambing sejak beberapa bulan yang lalu.  

“Alhamdulilah, kami sudah mempersiapkan ribuan hewan ternak yang nantinya akan ditujukan kepada para pekurban yang menunaikan ibadah qurban melalui Global Qurban-ACT,” kata Ngadi, Kepala Desa Jipang, Blora.

 

Presiden ACT Ahyudin mengatakan, sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, Indonesia perlu menjadi negara yang menguasai peternakan, terutama hewan qurban. Sebab sejatinya, menurut Ahyudin, kurban merupakan cara umat untuk menggelorakan kebaikan.

“Selama ini kan salah satu kendalanya juga ada pada pasokan yang tidak mencukupi, masih harus impor dari luar negeri. ACT berharap dengan adanya LTM, insya Allah akan memudahkan umat untuk berkurban dan berbagi dagingnya kepada sesama. Dengan begitu, Indonesia pun bisa membuktikan kepada dunia bahwa Islam itu rahmatan lil alamin,” tutur Ahyudin.

 

Kini Jipang tidak hanya sebuah desa kecil di Blora. Desa ini semakin berdaya lewat program-program pemberdayaan berbasis wakaf. Berawal dari kebutuhan kurban dan LTM, sejumlah program pemberdayaan lainnya berkembang dengan digerakkan oleh energi wakaf. []

Bagikan

Terpopuler