Warga Desa Yosowinangun Sangat Butuhkan Air Bersih

Akses air cukup sulit di Desa Yosowinangun, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Instalasi PDAM belum masuk, bendungan air pun terisi sampah. Pada akhirnya warga harus memanfaatkan sumur dengan debit air yang minim termasuk santri-santri di Pondok Pesantren Mafatihul Huda.

Warga Desa Yosowinangun Sangat Butuhkan Air Bersih' photo
Para santri Pondok Pesantren Mafatihul Huda sedang memanfaatkan air dari Sumur Wakaf yang baru rampung. (ACTNews)

ACTNews, OKU TIMUR – Air bendungan biasanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Yosowinangun, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Namun, sampah yang menumpuk membuat air yang berasal dari sana tak layak untuk masyarakat.

“Desa Yosowinangun masih membutuhkan banyak bantuan, terutama sarana air bersih yang masih sangat minim. Instalasi PDAM juga belum masuk ke desa ini. Bendungan air yang seharusnya menjadi tempat bergantung masyarakat, sangat tidak layak karena menjadi tempat pembuangan sampah,” Aris dari Tim Program Global Wakaf - ACT Sumatra Selatan.

Walhasil untuk kebutuhan MCK, warga mengandalkan air sungai dan kolam penampungan yang kotor. Beberapa warga juga memiliki fasilitas sumur sendiri di rumah ataupun di ruang publik, seperti satu unit sumur yang terdapat di Pondok Pesantren Mafatihul Huda. Sayangnya sumur ini tidak terurus karena kurangnya edukasi terhadap masyarakat dan debit air yang minim.


Oleh karenanya, Global Wakaf – ACT Sumatra Selatan membangun satu unit Sumur Wakaf untuk Pondok Pesantren Mafatihul Huda. Pembangunan Sumur Wakaf ini telah selesai dan diresmikan pada pertengahan Oktober lalu. Selain santri, Sumur Wakaf juga akan dimanfaatkan oleh warga yang ada di sekitar pondok pesantren.

“Selain untuk para santri, kita juga menargetkan 786 kepala keluarga yang berada di sekitar lingkungan pondok agar dapat merasakan manfaat sumur ini. Air ditampung di tempat penampungan besar dan dialirkan ke rumah-rumah warga secara langsung melalui instalasi pipa-pipa dan juga pendirian MCK yang baik,” ujar Aris.


Para santri bersama pengurus pesantren dan Tim Global Wakaf - ACT pada saat peresmian Sumur Wakaf. (ACTNews)

Para santri pun merasa senang dengan kehadiran Sumur Wakaf ini. Mereka tak perlu repot lagi mencari air bersih untuk memenuhi kebutuhan. Salah satunya diungkapkan oleh Dani. “Alhamdulillah, biasanya kami harus antre dahulu untuk ambil air karena air di sumur ini cepat habis. Tapi saat ini sudah punya sumur bor, jadi airnya banyak. Bisa buat kehidupan santri sehari-hari di sini,” katanya.

Aris pun mengajak para dermawan untuk meluaskan manfaat dari Sumur Wakaf kepada pesantren-pesantren lainnya di Sumatra Selatan. “Masih banyak lagi para santri yang membutuhkan air bersih di Sumatra Selatan. Kami berharap mereka bisa tenang belajar tanpa terkendala fasilitas dasar. Oleh karenanya kami mengajak para wakif untuk terus mendukung program ini melalui Indonesia Dermawan atau melalui rekening BNI Syariah di nomor 66 0000 940,“ ajak Aris. []