Warga di Marok Tua Kepulauan Riau Butuh Dukungan Pangan dan Kesehatan

Sayur-mayur, air bersih, bahkan ambulans masih sangat dibutuhkan di Desa Marok Tua, di Pulau Singkep, gugusan pulau di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Nelayan di Desa Marok Tua saat menerima bantuan paket bibit sayur-mayur oleh MRI Marok Tua. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN  LINGGA – Marok Tua merupakan Desa di Pulau Singkep, salah satu pulau dari gugusan pulau di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 70 persen dari 2.100 jiwa penduduknya adalah nelayan tradisional

Sayur-mayur jadi salah satu kebutuhan pangan yang sulit didapat di wilayah yang 96 persen lautan itu. Aksi Cepat Tanggap Kepulauan Riau melalui Masyarakat Relawan Indonesia Kabupaten Lingga pun mengantarkan bantuan 62 paket bibit sayur untuk dibudidayakan di Desa Marok Tua. Relawan pangan MRI Lingga juga mensosialisasikan cara budi daya sayur yang diberikan, Ahad (27/12).

Adyn, Ketua MRI Kabupaten Lingga mengatakan, sayur-mayur sebagai pelengkap makanan yang melengkapi cukup sulit ditemui. Ia berharap, ikhtiar ACT Kepulauan Riau dan MRI Marok Tua bisa membantu pemenuhan kebutuhan sayur masyarakat beberapa waktu mendatang.

Selain sayur, kata Adyn, air bersih dan layanan kesehatan juga amat sulit didapat bagi penduduk di pulau-pulau Marok Tua. “Sama seperti sayur-mayur, jika ingin memperoleh air bersih, mereka harus mengambil air bersih di seberang pulau dan jika sakit masyarakat harus menunggu paling lama satu jam untuk dijemput mobil ambulans,” jelasnya. Dalam satu kasus, lanjut Adyn, pernah ada masyarakat yang sampai pingsan menunggu dijemput ambulans saat sakit.

Sebab itu, menurut Adyn, masih banyak kesempatan untuk para dermawan membantu penduduk di Kepulauan Marok Tua. “Semoga ACT, MRI, dan para dermawan di Kepulauan Riau, bisa berkolaborasi membangun kehidupan di Kepulauan Marok Tua menjadi lebih baik lagi,” harapnya.[]