Warga Kemayoran Belajar Wakaf melalui Warung Wakaf Mobile

Melalui Warung Wakaf mobile, Global Wakaf mengajak masyarakat turut berkontribusi dalam wakaf produktif. Warung wakaf mobile aktif hadir dalam berbagai kegiatan warga, salah satunya di acara "Kemayoran Bersholawat", Jumat (20/12) malam.

Warga Kemayoran Belajar Wakaf melalui Warung Wakaf Mobile' photo
Seorang pembeli belanja di Warung Wakaf Mobile Kemayoran, Jumat (20/12). Sebagian uang dibelanjakan pembeli sekaligus menjadi wakaf tunai yang kemudian dikelola Global Wakaf sebagai wakaf produktif. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA – kehadiran lumbung ternak wakaf, lumbung beras wakaf, dan lumbung air wakaf di tengah masyarakat merupakan salah satu wujud wakaf produktif yang dikelola Global Wakaf – ACT. Wakaf produktif menjadi instrumen penggerak ekonomi umat yang senantiasa digaungkan Global Wakaf – ACT. Selain itu, ajakan dan edukasi wakaf produktif juga disampaikan, salah satunya, melalui Warung Wakaf Mobile.

Hadir di acara "Kemayoran Bersholawat" pada Jumat (20/12) malam, Warung Wakaf Mobile melayani para pembeli sekaligus mengedukasi masyarakat tentang wakaf yang berdampak besar bagi perekonomian umat. Head of Strategic Global Wakaf Aditya Pratama menjelaskan, Warung Wakaf adalah retail pada umumnya. Pembeli juga dapat berwakaf langsung melalui kasir.  

“Selain berwakaf tunai langsung melalui kasir, belanja yang dilakukan pembeli sudah bernilai wakaf. Masyarakat dapat berbelanja sekaligus berwakaf tunai melalui Global Wakaf,” kata Aditya.

Wakaf yang diberikan masyarakat kemudian dikelola Global Wakaf dalam program-program yang bernilai wakaf produktif. “Ada Lumbung Ternak Wakaf, Lumbung Beras Wakaf, Warung Wakaf, dan lain-lain,” terang Aditya. Hasil dari pengelolaan wakaf tersebut kemudian diberikan kepada mauquf 'alaih (penerima manfaat wakaf).

Kris (49), ibu tiga anak yang hadir di Kemayoran malam itu turut berbelanja di Warung Wakaf Mobile Global Wakaf – ACT. Kris awalnya tidak menyangka kalau uang yang ia belanjakan sebagian juga dikelola menjadi bagian dari wakaf produktif. Mengetahui konsep tersebut, ia takjub dan berharap semakin banyak orang yang mau berbelanja untuk menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.

“Selain harga barang-barang di Warung Wakaf ini terjangkau, belanja di sini juga bermanfaat untuk kebaikan orang banyak. Menurut saya, Warung Wakaf Mobile perlu dikembangkan dan diperbanyak,” kata Kris.

Begitu juga Amir (38), warga Jakarta itu membelikan makanan ringan untuk putrinya. Amir juga baru tahu kalau berbelanja di Warung Wakaf Mobile juga bernilai wakaf. “Wakaf itu memang bagus karena amanah ya. Kita membeli dari umat dan untuk umat. Saya berharap Warung Wakaf Mobile lebih sering mengikuti acara-acara lain agar umat tahu maslahat wakaf yang diproduktifkan untuk umat,” ungkap Amir.

Contoh langsung wakaf produktif dirasakan Hendi Hermawan, ia bertugas sebagai kasir Warung Wakaf Produktif di Kemayoran malam itu. Hendi menjadi salah satu masyarakat yang berdaya karena wakaf produktif. Hendi bergabung di Warung Wakaf setelah sebelumnya bekerja di retail konvensional. “Saya di sini bukan hanya bekerja, tetapi juga belajar. Jadi setiap saya bekerja, saya juga belajar tentang wakaf dan berniat memperdalam agama,” akunya. []


Bagikan