Warga Kuala Kampar Mendambakan Masjid yang Layak

Warga Kuala Kampar Mendambakan Masjid yang Layak

Warga Kuala Kampar Mendambakan Masjid yang Layak' photo

ACTNews, PALALAWAN - Masjid kokoh nan elok dipandang saat ini sedang menjadi dambaan warga Desa Parit Bekang, Kuala Kampar, Palalawan, Riau. Pasalnya, kondisi bangunan yang dijadikan tempat ibadah dan kegiatan agama lainnya oleh warga di sana sekarang memprihatinkan. Dua kubah yang terpasang di puncak atap masjid kini terlihat kecokelatan, tanda karat menyerang.

Masjid Nurul Iman namanya. Tak hanya bahan bangunan dari besi saja yang mulai keropos dimakan usia. Bagian bangunan lainnya dari masjid yang telah berdiri sejak 1986 ini juga sudah mengalami pelapukan. Tripleks yang dijadikan langit-langit dan bilah kayu sebagai dinding di sebagian sudut telah terlepas dari dudukannya. Paku tak lagi mampu mengaitkan kayu pada tiang penahan.

 

Yusran, warga Parit Bekang menuturkan, jika awalnya masyarakat telah sepakat secara bersama-sama mengumpulkan dana untuk renovasi masjid. Mereka setiap tiga bulan sekali mengumpulkan uang 100 ribu rupiah untuk kelancaran pembangunan. “Sekarang kami mengandalkan iuran itu,” kata Yusran saat ditemui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di sekitar masjid, Senin (19/11).

Walau iuran dilakukan per tiga bulan, nominal 100 ribu terbilang besar bagi warga di sana. Pasalnya, masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani kelapa saat ini perekonomiannya sedang terpuruk. “Kelapa di tingkat petani sekarang ini hanya diberi harga 500 rupiah per butir. Untuk bisa makan saja sudah bersyukur,” tambah Yusran.

Sejak pertama berdiri sampai saat ini, masjid belum pernah tersentuh renovasi. Hanya perbaikan kecil seperti menambal atap bocor atau menutup lubang di dinding kayu yang dilakukan secara swadaya oleh warga.

 

“Keterbatasan dana yang membuat warga hanya dapat melakukan perbaikan seadanya. Bangunan dari kayu sudah lapuk dan pecah termakan cuaca puluhan tahun,” kata Beny Andrizal dari Tim Program ACT Riau, Rabu (21/11).

Walau masjid Nurul Iman keadaan bangunannya memiliki kerusakan, tapi tak menyurutkan semangat warga untuk beribadah di masjid yang berdiri di tengah desa yang seluruh warganya beragama Islam ini. Kumandang azan selalu diusahakan terdengar dari tempat ini. Secara bergantian, warga juga bertugas menjadi pengisi acara keagamaan. Tak jarang masjid juga didatangi guru agama utusan Kabupaten Pelalawan.

Beny mengungkapkan, ACT Riau tengah berikhtiar membantu warga untuk merenovasi masjid tersebut. “Saat ini kami sedang membangun fasilitas mandi, cuci, kakus juga sumur bor dari program Wakaf Sumur Global Wakaf - ACT sebelum melakukan renovasi masjid,” terang Beny.

Penyelesaian penggalian sumur diprioritaskan mengingat mendesaknya kebutuhan air bersih warga di sana. Warga Desa Parit Bekang sebelumnya terbiasa menggunakan aliran sungai kecil yang mengalir di desa sebagai sumber air, termasuk untuk masak dan wudu. Namun kondisi air yang kecokelatan dan payau membuat ketidaknyamanan.

“Setelah sumur dan MCK, ACT insyaAllah akan bantu warga merenovasi masjid. Mohon doanya,” pungkas Beny. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan