Warga Lombok Terus Manfaatkan Sumur Wakaf

Warga Lombok Terus Manfaatkan Sumur Wakaf

ACTNews, LOMBOK - Kebahagiaan terpancar dari wajah masyarakat Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan jeriken, mereka mengantre menampung air dari Sumur Wakaf yang berada di samping Musala Al-Istiqomah. Durahan, warga Desa Lekor menyebutkan, kehadiran Sumur Wakaf sejak September lalu sangat membantu kehidupan masyarakat desa, terutama ketika kekeringan melanda.

“Alhamdulillah dan terima kasih banyak kepada Global Wakaf yang sudah sudi membangun Sumur Wakaf ke desa kami. Sebelumnya kami dilanda kekeringan, sehingga susah untuk memasak, minum air, apalagi untuk mandi. Kami sangat kesulitan. Sumur Wakaf ini sangat membantu 95 KK yang ada di sini,” ucap Durahan.

Romi dari tim Global Wakaf - ACT NTB yang memantau langsung kondisi Sumur Wakaf di lapangan menuturkan, Kecamatan Janapria sendiri adalah salah satu kecamatan yang terkena dampak kekeringan. Bahkan pada 2017 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok memasukkan Kecamatan Janapria sebagai daerah darurat kekeringan termasuk di dalamnya Desa Lekor sendiri.

Kondisi inilah yang kemudian menggerakkan Global Wakaf untuk membantu warga Desa Lekor dengan program unggulan Sumur Wakaf. "Sumur ini dibangun pada Juni lalu. Kita melihat bagaimana sulitnya masyarakat di sini untuk mendapatkan air bersih, padahal air adalah kebutuhan vital manusia,” ungkap Romi.

Menghidupkan kembali Musala Al-Istiqamah

Berkah Sumur Wakaf tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Desa Lekor, tetapi juga Musala Al-Istiqamah yang berdiri tepat di sebelah Sumur Wakaf. Sebelumnya, musala ini menjadi tidak terawat karena tidak adanya akses air, bahkan untuk MCK pun tidak ada. Ini menyebabkan musala menjadi tidak terpakai.

“Kita bersyukur dengan pembangunan Sumur Wakaf ini kembali menghidupkan Musala Al-Istiqamah. Dulunya memang tidak ada air dan MCK. Jemaah nggak bisa wudu,” ungkap Romi.

Romi menuturkan, sejak kehadiran Sumur Wakaf dan pembangunan MCK, Musala Al-Istiqamah kembali aktif diisi oleh anak-anak yang mengaji dan kembali berfungsi untuk beribadah masyarakat sekitar. Masyakat pun ikut bersemangat untuk menghidupkan kembali musala tersebut.

Tidak hanya itu, masyarakat juga bergotong royong membangun pipanisasi air. Hingga saat ini, sudah terdapat 18 rumah yang terhubung dengan pipanisasi dan terus diperluas. Di setiap rumah tersebut terdapat meteran yang digunakan untuk melihat debit air dan melihat dan taksiran biaya penggunaan air. Biaya penggunaan air tersebut digunakan untuk pemeliharaan sumur, membiayai jasa guru mengaji, serta pengembangan pipanisasi ke rumah warga lainnya.

“Sumur juga dilengkapi dengan sistem otomatis dan ada token listriknya sendiri menyatu dengan musala, jadi pembayaran listrik musala lewat iuran pembayaran air tadi,” pungkas Romi.

InsyaAllah program Sumur Wakaf ini akan terus dikembangkan di daerah-daerah yang sering dilanda kekeringan. Dengan Sumur Wakaf, bantu masyarakat yang membutuhkan. []