Warga Makassar Tak Luput dari Operasi Pangan Gratis

Selain Jabodetabek, Operasi Pangan Gratis juga menjangkau warga Kota Makassar. Program ini menyasar masyarakat prasejahtera yang terdampak secara ekonomi di masa darurat Covid-19.

Salah satu keluarga prasejahtera yang mendapatkan bantuan beras dari ACT Sulsel. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR Covid-19 saat ini telah ditetapkan sebagai pandemi global. Tak hanya di Indonesia, negara-negara maju pun turun terjangkit pandemi ini. Ribuan orang telah dinyatakan meninggal dunia di seluruh dunia. Indonesia sendiri per 3 April 2020, jumlah kasus positif corona sebanyak 1.986 jiwa,181 di antaranya meninggal dunia. Namun, sebanyak 134 jiwa lainnya dinyatakan telah sembuh. Ini seakan kabar segar dan semangat tersendiri bagi bangsa untuk melawan corona.

Berbagai langkah pencegahan telah pemerintah anjurkan, salah satunya ialah melarang keramaian dan menjaga jarak fisik. Langkah ini diambil demi memutus rantai penyebaran corona. Akan tetapi, dampak yang ditimbulkan pun beragam, salah satunya ialahnya menurunnya perekonomian masyarakat, khususnya pekerja dengan gaji harian.

Ahad (29/3) lalu, ACT Sulsel menggelar aksi Operasi Pangan Gratis dengan memberikan paket pangan ke masyarakat prasejahtera. Nur Ali Akbar dari Tim Program ACT Sulsel mengatakan, Operasi Pangan Gratis merupakan upaya ACT memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah pandemi. Selain dampak kesehatan, Covid-19 juga membawa dampak pada perekonomian masyarakat prasejahtera. 

“Pekerja harian tak jarang saat kondisi normal masih sulit memenuhi kebutuhan, apalagi keadaan seperti sekarang ini. Ada wabah yang membawa beragam dampak, termasuk pendapatan,” jelasnya, Ahad (29/3).

Sebanyak 40 paket beras didistribusikan ke masyarakat prasejahtera di Makassar. Mereka menyambut bahagia bantuan ini. Pasalnya, sebagian besar dari mereka merasakan dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian mereka.

Di tempat lain, ACT juga mendistribusikan beras wakaf untuk masyarakat di Jabodetabek melalui program Operasi Beras Gratis. Ribuan paket beras dalam ukuran 5 kilogram didistribusikan di zona merah Covid-19.[]