Warga Mekarwangi Harapkan Masjid Jami Kokoh Lagi

Warga Mekarwangi Harapkan Masjid Jami Kokoh Lagi

Warga Mekarwangi Harapkan Masjid Jami Kokoh Lagi' photo

ACTNews, TASIKMALAYA – Nyaris 37 tahun warga Desa Mekarwangi tidak memiliki masjid yang layak. Satu-satunya masjid yang ada kini dalam keadaan memprihatinkan. Dibangun pada 1982, Masjid Jami yang biasa digunakan warga desa melangsungkan ibadah dan berbagai kegiatan agama Islam ini, belum sekalipun direnovasi.

Padahal, frekuensi penggunaan masjid tersebut amat sering. Masjid Jami Desa Mekarwangi digunakan ibu-ibu desa menyelenggarakan pengajian setiap Ahad. Masjid Jami juga digunakan sebagai tempat belajar agama Islam bagi 57 anak-anak, mulai tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah atas.

Sebenarnya, jemaah masjid kerap khawatir jika bangunan masjid dapat roboh sewaktu-waktu. Pasalnya, beberapa sisi atap masjid berlubang, jendela rusak, dan tiang penyangga pun rapuh. Saat ini penyangga masjid hanya berupa bambu-bambu. Selain itu, tembok-tembok yang retak dan berlumut membuat sebagian Alquran rusak dan tidak terurus.

 

Senin (10/4), tim Mobile Social Rescue-ACT Tasikmalaya mengunjungi masjid yang berada di daerah terpencil Desa Mekarwangi itu. “Keadaan masjid ini memang sangat memprihatinkan. Masjid Jami memerlukan bantuan untuk renovasi agar warga setempat merasa aman dalam beribadah,” ungkap Fauzi dari tim MSR-ACT Tasikmalaya.

Harapan warga Desa Mekarwangi terhadap pembangunan masjid tersebut sangat besar. Mereka ingin merasakan nyamannya beribadah tanpa merasa was-was dan takut. Mereka berharap dapat melangsungkan salat Tarawih dan salat Idulfitri juga ibadah lainnya di Masjid Jami dengan tenang.

 

Warga sebelumnya juga berupaya membangun masjid dengan cara swadaya. Namun, sampai saat ini dana belum terkumpul. Jaelani selaku Kepala Desa Mekarwangi mewakili warga desa pun berharap masjid tersebut dapat segera diperbaiki. “Sebab masjid ini menjadi masjid jami (utama) bagi masyarakat kampung Mekarwangi,” ungkap Jaelani. []

Bagikan