Warga NTB Berangkatkan 25 Ton Bantuan ke Sulbar

Di masa pemulihan pascabencana, ACT tak hentinya mengirimkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat. Kali ini, warga di NTB memberangkatkan 25 ton bantuan menuju Sulawesi Barat untuk mendampingi para penyintas.

Pelepasan bantuan dari NTB
Gubernur NTB didampingi tim ACT melepas keberangkatan truk kontainer menuju Sulbar, Kamis (25/2/2021). Truk tersebut membawa bantuan yang dihimpun dari warga NTB. (ACTNews)

ACTNews, MATARAM – Truk yang membawa kontainer berisi bantuan pangan seberat 25 ton terparkir di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis (25/2/2021). Di hari itu juga, truk bantuan itu dilepas oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk menuju Sulawesi Barat. Ya, truk tersebut memuat pangan untuk bantuan penyintas gempa di Mamuju dan Majene, dari pelepasan tersebut, truk akan memulai perjalanan menuju pelabuhan untuk menaiki kapal yang akan mengantar hingga Sulawesi.

Bantuan pangan puluhan ton tersebut merupakan bantuan yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) himpun dari masyarakat NTB. Natura itu menjadi wujud nyata kedermawanan warga NTB untuk Sulawesi Barat yang tengah ditimpa bencana gempa bumi dan kini tengah dalam masa pemulihan. Zulkieflimansyah berharap, bantuan yang ACT himpun dan kirim menjadi semangat serta solidaritas kemanusiaan yang nyata dari NTB.

“Saya salut dengan ACT. Semoga dapat menyebarkan semangat kemanusiaan di NTB,” ungkapnya.

Dari Pulau Lombok, kontainer yang membawa sedekah terbaik masyarakat NTB bakal berlayar bersama kapal menuju Pulau Sulawesi. Bantuan tersebut nantinya bakal dikumpulkan dengan bantuan lain di gudang kemanusiaan ACT sebelum akhirnya didistribusikan ke penyintas gempa oleh relawan Masyarakat Relawan Indonesia yang tengah bertugas di Mamuju dan Majene.

Kepala Cabang ACT NTB Juaini Pratama mengatakan, keberangkatan bantuan menuju Sulawesi Barat ini merupakan langkah baik mengajak warga NTB untuk saling membantu sesama. Terlebih saat ini di masa pemulihan bukan berarti permasalahan pascabencana warga Sulbar telah usai. Malah, kini mereka tengah kembali bangkit di kondisi mulai berkurangnya bantuan kemanusiaan, tak seperti di masa tanggap darurat.

“Bantuan dari NTB merupakan bagian dari ikhtiar ACT untuk terus membersamai penyintas gempa Sulbar. Sebelumnya, bantuan serupa juga telah datang dari wilayah lain yang ACT inisiasi,” jelas Juaini.

Di Sulawesi Barat, hingga kini ACT terus melakukan pendampingan terhadap penyintas gempa melalui berbagai program. Untuk makanan siap santap, Humanity Food Truck yang diboyong langsung dari Ibu Kota masih mengemban misi kemanusiaan di sana, sudah ada puluhan ribu porsi tersedia. Begitu juga Humanity Water Truck yang dalam sekali angkut bisa membawa ribuan liter air terus berkeliling permukiman warga untuk mengantarkan air bersih gratis.

“Selain bantuan pangan, ACT juga menyalurkan bantuan modal usaha sebagai ikhtiar membangkitkan ekonomi pelaku usaha kecil serta pembangunan hunian nyaman terpadu bagi korban yang rumahnya mengalami kerusakan parah,” jelas Koordinator Posko Induk ACT di Mamuju Lukman Solehudin, Jumat (26/2/2021).[]