Warga Palestina Kembali Martir Akibat Kekejaman Tentara Israel

Dua warga Palestina kembali martir. Seorang pemuda di gerbang perbatasan Gaza meninggal dunia setelah menerima serangan berlebihan dari tentara Israel. Seorang pemuda lainnya di Yerusalem kehilangan nyawa setelah dianggap ancaman oleh militer Israel.

Warga Palestina Kembali Martir Akibat Kekejaman Tentara Israel' photo
Peringatan setahun Great Return March warga Gaza pada 30 Maret 2019. (Reuteurs)

ACTNews, GAZA, YERUSALEM – Perlakuan militer Israel terhadap warga Palestina kembali membuat pilu hati nurani. Sebuah buldoser digunakan militer Israel untuk memindahkan jenazah Mohammed Ali al Naim (27), warga Gaza yang ditembak mati tentara Israel di gerbang perbatasan timur. Kejadian itu tepatnya terjadi di Khan Younis, wilayah teritori pesisir selatan Gaza, sebagaimana dilaporkan WAFA, Ahad (23/2).


Militer Israel menggunakan buldoser saat memindahkan tubuh warga Palestina yang martir di perbatasan Gaza. (Sehab Agency)

Petugas medis Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, dua tentara Israel menembaki dua pemuda lainnya saat berusaha mengevakuasi jenazah Mohammed Ali Naim. Kedua orang yang terluka itu pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Maher Ibrahim Zaatra (33) seorang warga Jabal Al Mukabber, Yerusalem Timur, juga martir. Maher dianggap menyerang oleh tentara Israel sehingga mereka menembak Maher di Gerbang Al Asbat (Lion Gate), Kota Tua Yerusalem. Tidak berhenti sampai di situ, tentara Israel juga menahan ayah dan saudara laki-laki Maher.

Laporan Human Right Watch tahun 2019 menyebutkan, dalam kurun 30 Maret sampai 19 November, kekuatan bersenjata Israel telah membunuh 189 orang Palestina, termasuk 31 anak-anak, dan 3 petugas medis, sedangkan lebih dari 5.800 orang terluka akibat tembakan.[]


Bagikan