Warga Pandeglang Tidak Miliki Air Layak Konsumsi

Kekeringan masih terjadi di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Pandeglang. Sejumlah warga di Kecamatan Sukaresmi tidak memiliki air layak konsumsi.

Warga Pandeglang Tidak Miliki Air Layak Konsumsi' photo

ACTNews, PANDEGLANG – Hujan sudah tidak turun beberapa bulan. Sumber mata air di Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten mulai mengering. Sekalipun ada, air berwarna keruh seperti air kapur dan berbau karat. Air juga berwarna asin dan terkadang berwarna kecokelatan.

Laporan itu disampaikan tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Banten. Menurut Fakih Umar Yasin dari tim MRI-ACT Banten, selama ini warga mengandalkan air hujan, namun selama kemarau ini, warga tidak lagi memiliki sumber air bersih. “Sudah beberapa bulan tidak turun hujan. Warga yang biasanya menadah air hujan, terpaksa membeli air isi ulang dengan harga satu galonnya enam ribu rupiah,” jelas Fakih.

Warga harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk mencukupi kebutuhan air setiap hari yang bisa saja lebih dari satu galon untuk satu keluarga. “Karena faktor ekonomi, tidak semua warga bisa membeli air,” imbuh Fakih.

Jumat (26/7) siang, tim pun mendistribusikan air bersih bagi warga di Kecamatan Sukaresmi, tepatnya di Desa Kubang Kampil. “Tim mendistribusikan air bersih untuk tiga RT di Desa Kubang Kampil dengan total penerima manfaat 321 jiwa,” lapor Fakih.

Tim MRI-ACT Banten pun akan terus memantau dan berikhtiar memberikan pasokan air untuk warga terdampak kekeringan di wilayah Banten.

Selain di Pandeglang, Badan Nasional Penanggaulangan Bencana (BNPB) melaporkan kekeringan juga terjadi di Kabupaten Lebak. Sedangkan, enam provinsi di Indonesia telah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Provinsi-provinsi tersebut adalah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi.[]

Bagikan