Warga Pendrikan Kidul Maknai Kemerdekaan dengan Semangat Bersedekah

Lumbung Sedekah Pangan terus memberikan manfaatnya. Selain itu, adanya lumbung ini juga menjadi alasan banyaknya warga tergerak untuk saling membantu sesama dalam pemenuhan pangan.

Aktivitas di Lumbung Sedekah Pangan di Semarang pada momen kemerdekaan Indonesia. Di lokasi ini, warga yang berkecukupan serta prasejahtera berkumpul untuk saling memberikan pangan menggunakan rak sedekah sebagai mediumnya. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Ada yang berbeda pada momen perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia Senin (17/8) lalu. Puluhan warga bermasker sebagai bentuk mengikuti protokol kesehatan berbarus rapi di depan Rumah Singgah Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di Gang Sadewa 3 Nomor 14, Pendrikan Kidul, Kota Semarang.

Berbagai aneka bahan pangan tersedia di rak sedekah di Lumbung Sedekah Pangan yang menjadi alasan warga berkumpul. Warga yang hadir saat itu ialah mereka yang prasejahtera dan akan mengambil pangan di rak yang hadir dari Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan. Selain para penerima manfaat, ada juga beberapa warga yang hadir sebagai pengisi pangan di rak tersebut.

Hamas Rausyanfikr dari Tim Program ACT Jawa Tengah mengatakan, gerakan filantropi yang diinisiasi ACT ini mengajak semua kalangan masyarakat untuk bisa terlibat dalam pemenuhan pangan melalui rak sedekah sebagai mediumnya. Rak sedekah pangan disuplai oleh siapapun dan warga yang membutuhkan bisa mengambil secukupnya secara gratis. “Kami mengajak masyarakat untuk bisa saling berbagi untuk menyelesaikan masalah pangan akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Di Pendrikan Kidul sendiri pada momen kemerdekaan Indonesia itu, warga yang mengisi dan mengambil pangan di rak sedekah berkumpul bersama. Di momen itu juga, warga saling bersilaturahmi. Pangan yang tersedia pun segera diambil oleh warga yang membutuhkan.

Sudah hampir satu bulan sejak diluncurkan, Lumbung Sedekah Pangan di Semarang ini selalu ramai dengan warga. Sinta Astuti, ketua lingkungan setempat, menyambut baik hadirnya gerakan nasional di sekitar tempat tinggalnya. Gerakan ini juga membuat warga sekitar tumbuh budaya gotong royongnya untuk saling membantu dalam urusan pangan. “Bagi warga yang ingin bersedekah tunai pun sangat bisa. Nantinya tim relawan ACT akan menerima uang tersebut untuk kemudian dibelanjakan kebutuhan pangan yang diperlukan,” jelas Sinta.[]