Warga Prasejahtera Pesawaran Turut Nikmati Hidangan Dapur Qurban

Berbada dari tahun sebelumnya, Dapur Qurban di masa pandemi ini tidak menggelar acara makan bersama. Hidangan kurban yang telah tersaji dibagikan langsung ke rumah-rumah warga bersamaan dengan pembagian daging kurban, yang juga menjangkau warga sekitar TPA Sampah Bakung.

Anak-anak di Kabupaten Pesawaran gembira menerima paket daging kurban dan hidangan Dapur Qurban. (ACTNews)

ACTNews, PESAWARAN - Perhelatan Dapur Qurban kembali digelar untuk masyarakat Lampung pada Sabtu (1/8). Setelah sebelumnya menyapa penyandang disabilitas di Kabupaten Tanggamus, kegiatan tersebut kini menyapa warga Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Pengolahan daging kurban berlangsung di Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Al Ikhlas Babussalam. 

Elva Suryadinata selaku koordinator kegiatan mengatakan, program Dapur Qurban yang berkolaborasi dengan Global Qurban – ACT Lampung menjangkau 500 masyarakat prasejahtera di sekitar Desa Hurun dan Perkampungan Nelayan di Bandar Lampung. Proses pengolahan daging kurban dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan dibantu santri dan masyarakat sekitar. 

Berbada dari tahun sebelumnya, Dapur Qurban di  masa pandemi ini tidak menggelar acara makan bersama. Hidangan kurban yang telah tersaji dibagikan langsung ke rumah-rumah warga bersamaan dengan pembagian daging kurban, yang juga menjangkau warga sekitar TPA Sampah Bakung. Hal ini untuk menghindari kerumunan massa. Para relawan yang melakukan pendistribusian pun mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Yang terlibat seluruh jemaah dan masyarakat setempat, semua yang mengelola daging adalah masyarakat. Pengolahan mulai pagi, dilanjutkan mengemas makanan dan pendistribusian daging kurban, baik yang mentah maupun yang sudah diolah. Alhamdulillah tahun ini kami memotong 3 sapi dan 5 kambing,” ucap Elva.

Amah (50), warga setempat, sangat senang menjadi relawan pengolahan makanan di Dapur Qurban. Dirinya baru kali pertama merasakan kegiatan Dapur Qurban dan menyiapkan makanan lezat untuk sesama. “Kalau ikut penyembelihan kurban di sini sudah tiga kali, tapi kalau Dapur Qurban baru sekarang ini. Harapannya ke depan ada donatur yang mau menyalurkan kurban ke daerah ini lagi,” ungkapnya.

Sementara Sarmani (38), yang sehari-hari sebagai buruh bangunan, sangat berkesan mengikuti Dapur Qurban. Ia sangat bersyukur masih ada yang mau peduli. Kegiatan tersebut menjadi pengingat akan kewajiban menunaikan ibadah kurban. Meskipun tahun ini Samarni belum mampu untuk berkurban, harapan dan tekad untuk menunaikan kurban tahun depan menjadi sangat tinggi. 

“Yang mampu dianjurkan untuk kurban, kalau saya ini untuk makan sehari-hari masih repot jadi belum bisa kurban. Harapannya banyak masyarakat yang tersentuh untuk kurban,” ucapnya.

Kepala Cabang Global Qurban - ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan, pendistribusian daging kurban di Lampung menjangkau 8 kota dan kabupaten. Mereka antara lain Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.

“Yang kami distribusikan tidak hanya daging kurban, namun juga hidangan kurban. Warga di berbagai wilayah sangat mensyukuri bisa merasakan daging kurban tahun ini, karena tak jarang dari mereka yang tidak mendapatkan daging kurban di tahun-tahun sebelumnya. Terima kasih bagi para dermawan yang sudah menyalurkan kurbannya di Global Qurban,” pungkas Dian. []