Warga Pulau Burung Kekurangan Tabung Oksigen

Tabung oksigen mendesak dipenuhi bagi warga yang tengah sakit di Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau. Akan tetapi, jumlah terbatas, dan jika harus mengambil di pusat kota jaraknya jauh dan berbiaya mahal.

oksigen act
Tabung oksigen beserta obat-obatan yang ACT Riau kirim ke Pulau Burung. (ACTNews)

ACTNews, INDRAGIRI HILIR – Pulau Burung merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. Letaknya ada di pesisir Sumatra dan cukup jauh dari pusat kota. Untuk sampai ke sana, membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan tak hanya ditempuh lewat jalur darat, tapi juga perairan dari Pelabuhan Tembilahan.

Walau jauh dari pusat keramaian, di masa pandemi, warga Pulau Burung juga tak lepas dari dampak virus mematikan ini. Beberapa warganya terkonfirmasi terpapar virus dan membutuhkan perawatan dan peralatan medis. Akan tetapi, minim fasilitas dan jauh dari pusat kota menjadi permasalahan tersendiri.

Sri Wahyuni, Bidan di Pulau Burung, mengatakan, jauh dan sulitnya akses menuju kota membuat warga mengalami kesulitan. Termasuk mereka yang mengalami penyakit seperti asma, sesak napas serta Covid-19 yang membutuhkan tabung oksigen. Di Pulau Burung sendiri tabung oksigen jumlahnya terbatas.

“Banyak warga yang mengalami asma, sesak dan Covid-19 harus menunggu satu sampai dua hari baru bisa mendapatkan tabung oksigen,” jelas Sri Wahyuni kepada Aksi Cepat Tanggap pada akhir Agustus lalu.

Untuk mendapatkan oksigen, biasanya bidan atau warga menelepon warga di desa lain menanyakan ketersediaan oksigen. Total desa mencapai 11, dan biasanya hanya tersedia satu tabung untuk dipindah tempatkan.

“Kalau ngambil oksigen ke kabupaten itu total waktu tempuhnya enam jam dengan biaya pulang pergi satu orang sampai 700 ribu,” imbuh Sri Wahyuni.

Untuk meringankan kondisi ini, ACT pun mengirimkan tabung oksigen bagi warga yang membutuhkan di Pulau Burung. Selain itu, dikirim juga obat-obatan untuk warga yang tengah sakit. Adanya tabung tambahan ini diharapkan mengurangi permasalahan tabung oksigen di sana.

“Tak hanya di Pulau Burung saja, kekurangan oksigen juga terjadi di daerah-daerah pesisir lain wilayah Riau. Untuk menanggulanginya, diperlukan gotong royong bersama,” ungkap Benny Andrizal dari tim Program ACT Riau.[]