Warga Pulau Sapudi Siap Nikmati Air Bersih Tanpa Harus Berjalan Jauh

Air masih menjadi persoalan bagi warga Pulau Sapudi, Sumenep. Selama ini mereka harus menempuh perjalanan jauh demi tetesan air bersih untuk bisa mereka nikmati.

Proses pembangunan fasilitas MCK bagi warga Sapudi. (ACTNews)

ACTNews, SUMENEP – Hidup jauh dari sumber air bersih seakan jadi bagian hidup warga Dusun Prambanan, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep. Warga di perkampungan yang ada di Pulau Sapudi ini untuk mendapatkan air harus rela berjalan 10 kilometer. Cara tersebut harus dilakukan, karena di dusun mereka tak terdapat air yang memadai untuk konsumsi atau berbagai kebutuhan hidup lainnya.

Prambanan berada di dataran tinggi, memiliki karakter tanah berwarna hitam atau bebatuan yang sangat rawan kekeringan serta sulit menyerap air. Setiap tahun, ketersediaan air tak pernah terpenuhi. Ketika kemarau, kekeringan menjadi lebih parah. Maka tak heran, untuk mendapatkan air bersih, warga Pulau Sapudi harus berjalan sampai ke tengah hutan di dataran rendah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman.

Buat dapat air, warga harus turun ke tengah hutan. Biasanya untuk air minum, mandi, cuci, dan lain-lain. Padahal, jarak sumur yang ada di tengah hutan bisa lebih dari 10 kilometer dari pemukiman” ujar Cholil, salah satu warga di Dusun Prambanan di awal Maret ini.

Lokasi Dusun Prambanan juga sangat jauh dari pusat kota. Butuh waktu empat jam dari pusat Kabupaten Sumenep untuk bisa sampai ke sana. Itu pun harus menggunakan perahu dengan jadwal keberangkatan yang tak menentu. Di darat, jalan rusak dan belum tersentuh perbaikan. Hal ini juga yang dihadapi warga ketika mengambil air di sumbernya, perjalanan terasa lebih berat.

Guna menyelesaikan permasalahan air, Global Wakaf-ACT pada Maret ini membangun Sumur Wakaf untuk warga Pulau Sapudi. Saat ini sumur dalam proses penggalian berbarengan dengan pembangunan fasilitas MCK, pemasangan penampungan air serta pipanisasi ke rumah-rumah warga. Diharapkan, pertengah Maret pembangunan sudah selesai dan bisa segera dimanfaatkan warga setempat.

“Kami sangat bahagia bisa punya semua fasilitas ini,ungkap Cholil.

Dipohadi dari tim Program Global Wakaf-ACT Jawa Timur, mengatakan, Sumur Wakaf yang dibangun di Pulau Sapudi merupakan manfaat dari wakaf masyarakat. Dana tersebut dibangunkan sumur lengkap dengan fasilitasnya yang bakal dimanfaatkan oleh banyak warga. “Target kami fasilitas serupa bisa dibangun di titik lain di Pulau Sapudi karena air bersih masih menjadi persoalan di wilayah tersebut. Apalagi pulau ini dikelilingi lautan, sehingga untuk mendapatkan air tawar warga harus berjuang lebih. Kami juga akan mengupayakan pipanisasi dari sumber air ke permukiman warga, kami mohon dukungan dari masyarakat,” jelas Dipohadi, Rabu (10/3/2021).[]