Warga Riau Ramai Datangi Pelayanan Kesehatan ACT

Warga yang datang berobat umumnya ibu-ibu dan anak-anak. Mereka mengeluhkan sesak napas dan mata perih setiap harinya, walaupun mereka berada di dalam rumah.

Dr. Arini dari Tim Medis ACT memeriksa sejumlah ibu dan anak yang mengeluhkan sesak napas dan iritasi mata, Jumat (20/9). (ACTNews/Fathoni)

ACTNews, KAMPAR - Warga perumahan Marwah Indah Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten berbondong-bondong mendatangi pelayanan kesehatan gratis yang digelar ACT, Jumat (20/9). Hari itu merupakan hari kedua pelayanan medis diberikan di kawasan perumahan tersebut, yang ikut terpapar kabut asap.

Menurut dr. Arini Retno Palupi dari Tim Medis ACT, warga yang datang berobat umumnya ibu-ibu dan anak-anak. Mereka mengeluhkan sesak napas dan mata perih setiap harinya, walaupun mereka berada di dalam rumah.

 

“Sesak napas yang dirasakan warga di sini akibat asap yang masuk ke dalam rumah. Daerah ini juga sangat dekat dengan titik kebakaran lahan, apalagi masih warga belum terbiasa memakai masker,” terang dr. Arini.

Salah seorang pasien, Arifin (70), diketahui menderita sakit asma dan iritasi mata. Penyakit asma ia rasakan sejak bencana asap dua minggu yang lalu. Padahal sebelumnya, Arifin tidak ada riwayat penyakit asma.

“Alhamdulillah bapaknya mulai membaik kesehatannya setelah kita kasih oksigen dan juga obat untuk sakit asma,” imbuh dr. Arini.

Sabtu (21/9), level Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Pekanbaru dan sekitarnya berada di angka 314 dengan parameter PM10 (partikulat mikro). Data ini dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Sementara selama dua pekan terakhir, level ISPU di Pekanbaru dan sekitarnya terus mengalami fluktuasi, dari tingkat “tidak sehat” hingga “berbahaya”.

Aksi pelayanan kesehatan akibat bencana kabut asap akan terus berlanjut, selama dampak kabut asap masih dirasakan warga Pekanbaru, Riau, dan sekitarnya. []