Warga Solok Kesulitan Akses Air Bersih

Warga Solok Kesulitan Akses Air Bersih

Warga Solok Kesulitan Akses Air Bersih' photo

ACTNews, SOLOK - Berada di dataran tinggi dan dikelilingi oleh pegunungan, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Di daerah ini, sebagian besar masyrakatnya bertani. Tak heran di tepi-tepi jalanannya yang kecil terdapat pertanian sayur-sayuran dan buah-buahan masyarakat sekitar. Menggambarkan suasana kampong khas Minangkabau. Menjadikan daerah ini sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Solok.

Namun, dibalik keindahan tersebut masih terdapat masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih, khususnya di daerah Jorong Lipek Pageh, Nagari Sungai Nanam yang menjadi bagian dari Kecamatan Lembah Gumanti. Pemandangan itulah yang dilihat oleh Tim Global Wakaf ketika berkunjung langsung ke sana pada akhir Desember 2018 lalu, tepatnyaSabtu (26/12).

Aan Saputra dari Tim Global Wakaf Sumatera Barat (Sumbar) menuturkan, di daerah yang dihuni oleh sekitar 529 Kepala Keluarga (KK) tersebut, masyarakat harus berjuang untuk mendapatkan air bersih terutama ketika kekeringan melanda. Sumber air hanya ada di mata air yang terletak cukup jauh dari pemukiman dan sekarang hanya mengalirkan sedikit air.

“Mata air yang sedikit itu tidak terdistribusi semua ke warga. Yang biasanya dapat itu warga yang rumahnya dekat dengan mata air. Yang rumahnya jauh biasanya nggak dapet, biasanya juga datang ke rumah yang berada di sekitar mata air. Sekarang jadi makin susah karena air yang keluar dari mata air semakin sedikit,” lanjut Aan.

Untuk kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), masyarakat menggunakan sungai yang terletak tak jauh dari jorong mereka. Namun, air sungai tersebut tidak bisa digunakan untuk memasak maupun minum karena airnya yak berwarna kekuningan dan tak layak konsumsi. Akhinya, masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih dari mata air itu membeli air dari truk penjual air yang biasa masuk ke wilayah mereka. Padahal kebanyakan warga di sini hidup dengan penghasilan pas-pasan dengan profesi tani, peternak dan buruh tani.

“Ketika truk datang masyarakat sudah siap dengan dirigen dan galon-galon mereka. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat juga berharap pada hujan. Ketika hujan datang, mereka siapkan penampungan air,” terang Aan.

Kesulitan air bersih ini juga melanda tempat ibadah yang ada di Jorong Lipek Pageh, salah satunya Musala Darul Muttaqin yang terletak di tengah perkampungan. Sudah lama musala tersebut mengalami kekeringan. Bak biasa yang menampung air hujan untuk kegiatan ibadah sudah tidak lagi memiliki air. Aktivitas beribadah seperti sholat berjamaah dan pengajian anak-anak menjadi terganggu.

“Musala ini berada di tengah kampong, mudah diakses karena jalan ke sana sangat mudah. Tapi, satu masalah yang belum selesai ya masalah air ini. Masyarakat berharap agar sumur bor dibangun di dekat musala yang juga daerah rawa,” ungkap Aan.

Melihat kondisi itulah, Global Wakaf berencana untuk membangun Sumur Wakaf membantu masyarakat untuk mudah memenuhi kebutuhan vital mereka. “Insya Allah kita akan bantu masyarakat dengan Sumur Wakaf. Sumur akan dibangun di samping Mushalla untuk memperlancar kegiatan ibadah di sini serta memudahkan warga mengakses air bersih karena lokasinya yang berada di tengah-tengah pemukiman,” pungkas Aan. []

Bagikan